Menguji Versi Sejarah Kemerdekaan Indonesia Dalam Dialog

oleh -229 views
Indonesia merdeka clearrr... no thing soal versi negara lain, gaess.. (dok)

Oleh: Ilham Sahruji

Ketua Umum HIKADU / AFI UIN SMDD Bukittinggi

INDONESIA menyatakan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Adalah klaim yang kemudian menjadi sebuah perspektif umum yang dimiliki oleh orang-orang Indonesia.

Sekarang tanpa mengurangi Patriotisme. Tanpa mengurangi semangat nasionalisme. Kita akan mencoba meneropong perspektif yang dimiliki oleh negara-negara lain tentang kemerdekaan Indonesia. Kita akan berbicara tentang perspektif Jepang, Belanda, Amerika Serikat dan tentu saja Indonesia.

Kuuy kita mulai gunakan imajinasi bersertifikat sekarang…

Suatu hari ada sekelompok orang Indonesia yang sedang meresapi, merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka sedang beuforia, bersenang-senang. Sampai tiba-tiba datanglah orang Jepang menhampiri mereka.

[Jepang]

Orang Jepang itu membantah dan marah-marah, “Woi ngapain kalian merayakan hari kemerdekaan Indonesia? Bukan kalian yang berjuang”. “Sekalinya kalian yang berjuang, kalian nggak pernah berhasil. Ngapain kalian merayakan hari kemerdekaan yang bukan dihasilkan oleh perjuangan kamu sendiri?”

Loh kenapa bisa begitu?

Ya karena dalam perspektif Jepang kemerdekaan Indonesia itu bukan didapatkan dari perjuangan rakyat Indonesia tetapi diberikan oleh orang-orang Jepang. Lah kok begitu sih?

Kata orang Jepang; Indonesia itu dijajah 350 tahun. Sepanjang waktu itu, tidak ada satupun kerajaan-kerajaan yang mampu mengalahkan Belanda, tidak ada satupun pemimpin-pemimpin Indonesia pada waktu itu yang menang perang melawan Belanda.

Karena itu tokoh-tokoh pahlawan nasional yang selalu berderet di depan kelas itu tidak ada satupun diantara mereka yang pernah berhasil mengalahkan Belanda.

“Terus kok berani-beraninya mengklaim kemenangan?”

“Berani-beraninya mengklaim kemerdekaan yang tidak pernah menang melawan bangsa-bangsa lain”. Yang membuat Indonesia bisa lepas dari penjajahan Belanda itu adalah kami orang-orang Jepang”.

“Kalian 350 tahun berjuang melawan Belanda enggak beres-beres, kami datang tahun 1942 dalam waktu dua bulan sudah bisa menghanguska Belanda semuanya, dan kami memberikan kebebasan kemerdekaan kepada kalian semua orang-orang Indonesia disini”.

Kan perspektifnya orang Jepang seperti itu Loh kok gitu sih enggak bisa gitu jitu kenyataannya kata si Orang Jepang itu coba bayar Baraya bayi dan ketika orang Jepang berkuasa di Indonesia “Itu semua adalah tentara-tentara militer, Jepang mengajarkan bagaimana perang modern kepada orang-orang Indonesia sehingga ketika nanti kami hengkang orang-orang Indonesia sudah bisa berperang melawan Belanda”.

“Kami bukan hanya mendirikan itu, kami mendirikan keibodan Seinendan yang membuat orang-orang Indonesia memiliki kekuatan secara sipil untuk bisa bertahan melawan penjajahan bangsa asing.

“Sesudah itu pun kami melakukan hal yang lebih lagi kami membuat BPUPKI. Merumuskan dasar-dasar negara dari mulai undang-undang dasar sampai Pancasila . “BPUPKI itu dibuat oleh siapa? Sama orang-orang Jepang, dan setelah itu terjadi maka ketika teks proklamasi di rumah orang Jepang, Tadashi Maeda orang Jepang juga”.

“Ketika hampir mau memproklamirkan kemerdekaan, mereka tidak mau sebelum Soekarno dan Hatta datang minta izin ke Jenderal Terauchi di Dalat Vietnam”.

“Semua hal diatas menunjukkan apa? Kemerdekaan Indonesia itu atas izin kami, atas pembelajaran dari kami, dan atas jasa kami”.

“Kenapa orang-orang Indonesia selalu mengklaim bahwa kemerdekaan mereka itu didapatkan dari jerih payah perjuangan nya?”

Orang Indonesia yang tadi mikir. Oh iya juga ya….(masuk akal)

Tapi inilah yang namanya perspektif. Jadi, kebanyakan di antara kita itu tidak terbiasa dengan perspektif orang lain. Ketika kita sadar orang menyampaikan perspektif atau argumentasi atau pendapat, barulah kita sadar dan kaget dengan pernyataan seperti ini.

Kok masuk akal juga ya….

[Belanda]

Dialog diatas masih belum usai.

Tak lama kemudian datanglah orang Belanda langsung ikutan disitu, langsung menambahkan.

“Indonesia itu bukan perjuangan rakyat Indonesia. Bukan juga kalian yang terlalu sipit (nunjuk ke orang Jepang)., yang memberikan kemerdekaan terhadap Indonesia itu adalah kami orang-orang Belanda”.

“Nah kita masuk perspektif orang Belanda. Setelah perang dunia kedua itu semua bangsa-bangsa penjajah itu memberikan kebebasan pada bangsa yang dijajahnya tanpa kecuali semua jajahan Inggris dilepas”.

Semua jajahan Perancis dilepas, jajahan Belanda juga dilepas. Maka pertanyaannya adalah kalau sekarang Belanda melepas Indonesia ngapain juga Indonesia itu mengklaim bahwa melepasnya itu adalah hasil dari perjuangan bangsa sendiri.

Pada waktu itu bangsa-bangsa Eropa sudah sepakat di PBB karena kami itu sekarang tidak lagi butuh kolonialisme, yang kami butuhkan sekarang adalah postkolonialisme. Misalkan begini, waktu Belanda menjajah Indonesia itu sekitar 600 triliun/tahun dari tanah jajahan di Indonesia. Besar sekali zaman itu, tetapi di zaman sekarang Singapura itu gak ngapa-ngapain, enggak menjajah, enggak mendatangkan tentara, enggak membunuhi rakyat, nggak bikin bangunan, gak bikin jembatan dan sebagainya, mereka dapat 5000 triliun dari Indonesia setiap tahun.

“Jadi sekarang itu bukan zaman menjajah kemudian ribut-ribut perang menghabiskan tentara dan sebagainya. Sekarang itu setelah perang dunia kedua itu zaman postkolonialisme dan pos imperialisme”.

“Coba bayangkan rakyat Indonesia, ngapain kalian itu berjuang dengan atau tanpa kalian berjuang orang-orang Belanda sudah mau melepaskannya. Yang jadi masalah Belanda mau melepaskan Indonesia, tapi mau balik modal dulu. Karena kami sudah bangun rel kereta api, sudah bangun kota, sudah bangun jembatan, jalan raya dan sebagainya. Nah itu akan mengeluarkan biaya yang sangat besar. Kami mau itu semua balik modal dulu”.

“Setelah balik modal, kalian pasti akan dilepas. Buktinya adalah Ini… bukti pentingnya kata si orang Belanda itu. Waktu Indonesia Proklamasi Kemerdekaan 17-8-1945 berapa yang ikutan proklamasi itu? Jumlahnya sekitar 100 orang atau bahkan kurang dari situ. sekarang di tahun yang sama Berapa orang pribumi Indonesia yang daftar jadi tentara Belanda 60.000 orang”.

Sekarang mana yang lebih valid? Itu menunjukkan bahwa orang-orang Indonesia pada waktu itu masih seneng sama Belanda dan tahu bahwa Belanda sebentar lagi akan memberikan kemerdekaan pada Indonesia.

“Setelah tahun 45 itu, ada setidaknya enam negara boneka Belanda di Indonesia. Sebenarnya istilah Negara Boneka Itu kan istilah orang-orang Indonesia zaman now hasilnya pada waktu itu adalah negara-negara yang memang dibentuk atas kerjasama orang-orang Indonesia orang lokal dan orang Belanda”.

“Nah ini lagi-lagi menunjukkan apa? Menunjukkan bahwa legitimasi kekuasaan orang Belanda pada waktu itu masih sangat diakui. Sekarang kita tambah lagi satu lagi sipil udah jelas pro terhadap Belanda, militer pro terhadap Belanda”.

“Satu lagi, di dunia internasional, Negara mana yang pertama mengakui kedaulatan Indonesia? Mesir kapan tahun 1947, artinya sejak tahun 1945-1946 tidak ada satupun negara yang mengakui kedaulatan Indonesia, mereka semua mengakui Belanda”.

“Tahun 1947 oke, ada satu Mesir. Ia satu waktu enggak? Terus kenapa masih aja mengklaim Indonesia itu di merdekakan karena perjuangan tanggal 17 Agustus 1945? Nah itu faktanya kata orang Belanda, mereka mikirnya seperti itu”.

“Maka sesungguhnya yang harus digarisbawahi adalah sebenarnya kami memang berhak dan masih layak dan masih dipercaya dalam negeri dan luar negeri untuk masih menjajah Indonesia.

Menguasai Indonesia dan kami itu cuman masalahnya Indonesia itu ribut,perang-perangan, habis-habisan pertumpahan darah dimana-mana, kami merasa kasihan. “PBB juga menekan kami dan kami juga merasa bersalah terlalu banyak membunuhi orang-orang Indonesia orang-orang yang nggak bisa menang”.

“Jadi apa alasan kemerdekaan Indonesia? Karena kasihan orang-orang Belanda, kasihan sama orang Indonesia. Kalau memang mau perang beneran sebenarnya, kapan dimana orang-orang Belanda pernah dikalahkan semua orang Indonesia nggak pernah”.

[Amerika Serikat]

Di Obrolan itu datang lagi satu lagi si bule orang Amerika Serikat. Bule langsung menempeleng orang Belanda dan menempeleng orang Jepang., “plak” “plak” “plak” plak”.,

“Woi kalian dari tadi, saya dengar-dengar ngomongin apa sih? Terus nggak jelas ngibul kesana kesini. Yang memberikan kemerdekaan pada orang-orang Indonesia itu kami orang Amerika Serikat. Bukan Jepang, bukan Belanda”.

“Eeeeeh Jepang kesini dulu, selama ini kalian mengaku, bahwa Indonesia itu di merdekakan sama kamu kan? Dimerdekakan bagaimana? Kalau benar-benar di merdekakan sama Jepang secara sengaja, maka ngapain juga Tadashi Maeda itu dipenjara di negaranya gara-gara membantu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia”.

“Itu menunjukkan apa?” itu menunjukkan sesungguhnya orang-orang Jepang kalaupun ada yang mendukung Indonesia itu gak sengaja, itu karena ada faksi di antara kekuatan militer orang-orang Jepang di Indonesia. Ada yang simpati dan ada yang gak simpati., itu doang”.

“Karena apa? Karena orang Jepang-nya udah dihabisi sama kami, orang sekutu orang Amerika Serikat. Kepalanya sudah kami penggal, tentara-tentara nya gak punya inisiatif, akhirnya mereka ambil inisiatif secara acak dan akhirnya ada yang mendukung Indonesia”.

“Maka dukungan orang-orang Jepang terhadap kemerdekaan Indonesia itu hanya terjadi karena ketidaksengajaan bukan karena sengaja”.

“Dan kamu orang Belanda, kamu itu lebih belagu lagi., kamu dengerin ya.., kalaupun kalian ngaku Indonesia di merdekakan sama kalian”. Saya jelasin sedikit ya… (kata orang Amerika)

“Begini., tahun 1945 kami tidak peduli sama Indonesia, kami pedulinya sama Soviet. Karena pada waktu itu Perang Dunia Kedua usai”.

Di sisi lain, karena kami sudah mengalahkan blok poros tetapi belum bisa menghabisi komunisme, bahkan komunisme malah menjadi semakin kuat dan banyak cabangnya di seluruh dunia.”Kami takut kami panik karena Soviet adalah satu-satunya pihak yang bisa mengimbangi kami secara militer dan secara kekuatan diplomasi kata si Amerika Serikat”.

“Nah jadi orang-orang Indonesia itu tidak pernah kami hiraukan. Tetapi sedikit demi sedikit kami mulai panik mulai ketakutan. Karena komunisme itu semakin menyebar di Asia, Soviet kemudian sudah masuk ke negara-negara di Asia Tenggara”.

“Tetapi ketika orang-orang Indonesia sudah mengklaim dirinya anti-komunis, saya mendukung orang Indonesia dan di PBB, saya serukan kemerdekaan untuk orang-orang Indonesia, saya memaksa seluruh orang Eropa seluruh orang Asia, seluruh orang Afrika untuk mengakui kedaulatan Indonesia dan orang Belanda”.

“Kamu yang dulu diancam sama saya kalau Belanda tidak memerdekakan Indonesia. Maka Marshall Plan dicabut dan kalau Marshall Plan dicabut kamu gak bisa apa apa. Artinya kemerdekaan Indonesia tegar. Kalian berani-beraninya mengklaim…”

Nah begitulah ya terus….

 

[Indonesia]

Seorang Indonesia yang dari tadi dicuekin akhirnya ngomong juga. “Woi Amerika., anda banyak ngomong. Dari dulu sampai sekarang banyak ngomong terus. Kalian mengklaim sana-sini kan kenyataannya kalian tuh cuman intervensi doang…” (Ujar orang Indonesia)

“Kenyataannya adalah; mau perjuangannya kami gagal atau berhasil kamilah yang berjuang. Misalkan klaim bahwa Jepang berusaha untuk memerdekakan Indonesia. Ia sebagian vaksi-nya dan itu secara tidak sengaja dan bagaimanapun yang kami lakukan adalah berjuang.

“Orang-orang Jepang hanya bisa mengklaim bahwa mereka itu berjasa, tetapi sama sekali tidak bisa mengklaim bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia untuk mencapai kemerdekaan kami”.

Belanda ini lebih cupu lagi, kata orang Indonesia; “kamu tuh menyatakan bahwa kami akan melepaskan Indonesia bla.,bla.,bla.,bla.,bla., kamu tuh kalah dalam perundingan Meja Bundar dan karena itulah kalian step semua”.

‘Terpaksa mengakui kedaulatan Indonesia dan kenapa Meja Bundar bisa dikalahkan orang-orang Belanda itu gara-gara serangan umum 1 Maret yang meyakinkan pada dunia bawah kami orang-orang Indonesia masih ada dan bisa melawan kalian semua itu”. Pikirannya seperti itu dari semua kerangkanya….

“Bagaimana mau kerangkanya begini dan begitu dan seterusnya. Perang itu terjadi di Indonesia atas dasar Indonesia. Orang Amerika Serikat mengklaim bahwa mereka telah membebaskan Indonesia itu karena peristiwa Madiun”.

“Peristiwa Madiun itu perjuangan kami juga. Orang-orang Indonesia itu berkontribusi saj, kalian itu berjasa saja. Tetapi yang me-merdekakan Indonesia tetaplah kami. Orang-orang Indonesia yang habis-habisan memerah keringat dan darah kami untuk kemerdekaan Bangsa yang sekarang. Sekarang kalian jangan mengklaim semuanya…”

Sekali lagi, biasakanlah untuk menerima perspektif orang lain, karena betapapun pendapat orang lain itu mungkin saja salah, tetapi kita bisa memahami mengapa dia itu menjadi salah, dan kalau kita sudah menjadi seperti itu, maka potensi konflik itu akan menjadi berkurang.

Dan ngomong-ngomong soal perdebatan, mana diantara mereka yang benar sepikiran. Itu adalah perdebatan yang sudah tidak relevan. Karena itu sudah terjadi, itu sudah terjadi lama sekali.

Yang seharusnya kita pikirkan itu adalah bagaimana cara mengisi kemerdekaan

Visi-misi Indonesia merdeka itu adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia dan mencapai perdamaian abadi dan keadilan sosial. Itulah visi-misi kita, kita sudah merdeka, kita tinggal jalankan.

Mari kita bersemangat, mari kita bergerak untuk mencapai visi itu. Tunjukkan kepada dunia bahwa kita tidak hanya soal berdebat dan soal berjuang di masa lalu. Tunjukkan bahwa di masa depan pun kita bisa memiliki kontribusi yang luar biasa terhadap perdamaian dan ketertiban dunia.

Terima kasih karena sudah membaca…

(analisa)