Milenial dan Gen Z Adalah Kunci

oleh -442 views
oleh
442 views

PESTA rakyat akan diselenggarakan, panggung mulai di persiapkan dan lewat pentas pemilu masyarakat menentukan siapa yang pantas duduk di singgasana istana.

Dalam sebuah negara demokrasi, peristiwa ini akan terjadi berulang dengan periode yang telah di tetapkan. Partisipasi pemilihan calon pemimpin berasal dari seluruh lapisan masyarakat dan tentunya dari generasi yang berbeda.

Pemilu atau singkatan dari pemilihan umum merupakan agenda rutin dalam rangka pergantian pemimpin.

Dilansir dari situs resmi Komisi Pemilihan Umum, dalam sebuah negara demokrasi, pemilu merupakan salah satu pilar utama dari proses akumulasi kehendak masyarakat . Pemilu adalah proses demokrasi.

Tujuan utama dari pemilu adalah memberikan kesempatan kepada warga negara untuk menyampaikan suara mereka dan memilih para pemimpin yang akan mewakili mereka di pemerintahan.

Syarat untuk bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah seorang warga negara Indonesia yang telah mencapai usia 17 tahun, terdaftar sebagai pemilih yang sehat secara rohani dan tidak sedang di cabut hak pilihnya serta bukan personel TNI dan POLRI.

Selanjutnya, para calon pemimpin akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menang dalam kompetisi ini, salah satu syarat yang harus mereka penuhi adalah memiliki perolehan suara terbanyak dari pemilih dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Suara yang merupakan syarat mutlak untuk menang tersebut berasal dari beberapa lapisan masyarakat dan tentunya berasal dari generasi yang berbeda.

Gen Z merupakan singkatan dari generasi Z, merupakan partisipan dari kegiatan pemilu 2024 yang akan mendatang, generasi ini merupakan sumber daya terbanyak bagi keterpilihan calon pemimpin dan penentu kemenangan, sebab populasi generasi ini merupakan yang terbesar dengan hasil suara tertinggi dalam pemilu 2024.

Generasi milenial dan Gen Z sangat berpengaruh terhadap kemenangan para kandidat pada pemilu 2024 nantinya, KPU mencatat jumlah suara mereka bisa mencapai 56,45% persen dari total keseluruhan pemilih. Tentu saja ini merupakan sumber suara yang mendominasi pada pemilu nantinya.

Berdasarkan teori generasi, tedapat lima generasi yaitu Baby Boomers (1945-1960) Generation X (1961-1980) Generation Y/Milenial (1981-1995) Generation Z (1996-2012) Generation Alpha (2013-sekarang).

Generasi ini tercipta karena adanya latar belakang perbedaan peristiwa dan sejarah yang berkembang pada tahun-tahun saat mereka lahir dan berkembang, hal ini mempengaruhi karakteristik dari setiap generasinya.

Karena perbedaan peristiwa inilah yang membuat gaya hidup dari setiap generasi ini berbeda, contohnya saja para milenial dan Gen Z saat ini pada umumnya sudah menggunakan media digital, dari sana dapat kita tilik bagaimana respon dua generasi ini terhadap politik dan ke antusiasanya. Para politikus pun sudah menjamah media digital guna melancarkan pengaruh dan menyelenggarakan pentas atensi.

Berdasarkan alasan teori generasi itu tercipta adalah karena perbedaan karakteristik, maka setiap generasi ini juga memiliki warna politik dan haluannya masing masing, terdapat pola dan kecocokan antar sesama generasi dalam memihak dan perspektif terhadap politik itu sendiri.

Bukannya sudah tak asing lagi bahwa eksistensi milenial dan gen z dalam membahas isu politik  telah di wadahi media sosial dan kebebasan berpendapat yang telah di implementasikan dalam bentuk kritik dan juga sanggahan. Milenial dan gen z sudah tak takut lagi berpendapat karena sudah berada di titik kemerdekaan dalam berpendapat.

Menurut saya milenial dan Gen Z ini juga sudah hadir pada realitas Indonesia yang mulai menuju pada kualitas sumber daya manusia, di tambah lagi globalisasi dan perkembangan sistem informasi membuat dua generasi ini memiliki banyak pengetahuan serta wawasan.

Serta, dua generasi ini peka dan sangat peduli akan isu korupsi, lingkungan dan ekonomi. Pemahaman yang tentunya positif dan berorientasi pada rakyat. Di tahun 2022, anak muda lebih menyukai calon presiden dengan karakter jujur dan antikorupsi. Presentasenya mencapai 34,8 persen. Padahal di 2019 lalu, data terbilang hanya 11,1 persen.

‘’Pemimpin yang jujur/tidak korupsi diminati dan dibutuhkan pemilih muda dalam pemilu 2024 nanti,’’ mengutip hasil riset CSIS 2022.

Generasi muda mendambakan demokrasi yang di laksanakan secara optimal, sebab mereka telah belajar dari sejarah-sejarah dan tentunya lahir pula dari rakyat terdahulu yang memperjuangkan demokrasi.

Walau memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, Sebagian dari mereka saya rasa belum paham dengan apa arti dari politik itu sendiri. Sebab di usia yang masih muda, tentunya Sebagian dari mereka belum mendapatkan pemahaman mengenai politik dan praktek pengalamannya dalam kehidupan sehari-hari

Para calon akan memanfaatkan sumber suara yang benyak ini, tapi mari kita tilik Kembali apakah dua generasi ini telah mantap dan siap dalam menentukan pilihannya? Apakah mereka bisa mengimplementasikan suara dan kehendak mereka dalam menentukan siapa yang benar-benar mumpuni membawa tongkat estafet kepemimpinan negara ini ke arah yang lebih baik?

Dua generasi ini harus sadar akan tanggung jawab yang besar dalam melakukan pemilihan, jangan memilih hanya karena terpengaruh retorika dan propaganda. Maka dari itu perlu rasanya menyampaikan hal ini untuk dua generasi ini agar mulai mencari tahu tentang pemahaman mengenai politik ini.

Masih ada waktu untuk berbenah menuju pemilihan yang berkualitas, semoga dua generasi ini tidak hanya sekedar menjadi kuantitas.

Dan semoga pemilu 2024 nanti berjalan dengan Langsung, umum, bebas dan rahasia. Serta yang diharapkan dari dua generasi ini agar turut aktif dan berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan penting ini.

Sudah saatnya generasi milenial dan gen z sebagai lapisan baru dalam masyarakat turut andil dan memperjuangkan masa depan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, adil dan makmur.(analisa)

Oleh: Zaky Satria
Mahasiswa UNAND