Momentum I Muharam, Yuuk Maknai Situasi Dunia Paska Pandemi

oleh -49 views
Hj Nevi ajak masyarakat maknai 1 Muharam 1444 H. (dok)

Jakarta –– Memang Pandmei Covid-19 tidak seganar dua tahun belakangan, meski virus corona belum hilang 100 persen.

Tapi, Anggota DPR RI asal Sumatera Barat II, Hj, Nevi Zuairina pada saat menyambut tahun baru Islam tahun 2022 yang bertepatan dengan 30 Juli 2022, mengajak seluruh masyarakat terutama konstituen polit PKS ini di daerah pemilihannya untuk memaknai situasi dunia pasca pandemi covid-19 yang hingga kini masih terasa sisa-sisanya baik dari sektor kesehatan yang memunculkan varian baru, maupun proses kebangkitan ekonomi yang masih merangkak.

Nevi mengatakan, situasi dan kondisi masyarakat baik di dalam negeri maupun luar negeri masih terbelenggu dengan tingginya harga pangan dan energi.

Tahun Baru Islam dimaknai sebagai hijrah atau perjuangan meninggalkan hal buruk untuk meraih kebaikan perlu dijadikan semangat untuk bangkit dari keterpurukan apapun kondisinya.

“Situasi yang sedang tidak kondusif pada masyarakat ketika terjadinya peristiwa Hijrah, memiliki arti perjuangan meninggalkan keburukan menuju arah yang lebih baik. Kita harus berani menciptakan situasi kondusif di masyarakat termasuk pihak pemerintah untuk menstabilkan harga yang terjangkau bagi masyarakat terutama pangan dan Energi”, tutur Nevi.

Politisi PKS ini mengatakan, Tonggak penetapan tahun hijrah diresmikan setelah 17 tahun peristiwa berlangsung dimana kalender Hijriah ditetapkan oleh Khalifah Umar Bin Khattab setelah menjabat sekitar 3 hingga 4 tahun. Ia mengatakan, Hikmah ini akan terus bermunculan seiring dengan peristiwa zaman dimana kejadian mirip hanya pelaku yang berubah beserta teknologinya.

Nevi mengingatkan, bahwa terjadinya pandemi yang telah diumumkan pertama kali oleh pemerintah pada 2 Maret 2020, yang berarti telah lebih 2 tahun lamanya negara ini diselimuti pandemi yang hingga saat ini belum dinyatakan berakhir. Situasi kebiasaan dan perilaku baru bagi masyarakat, berinteraksi sosial, perilaku bekerja hingga bertransaksi perdagangan semua serba mengikuti aktivitas berkegiatan Normal Baru.

“Covid 19 ini telah memakan korban jutaan jiwa di dunia lebih dari 6 juta jiwa dengan kasus lebih dari setengah milyar penduduk dunia. Di Indonesia, dengan 6 juta kasus lebih, lebih dari 150 ribu jiwa meninggal. Banyak PHK akibat dunia usaha semakin lesu hingga para orang tua kesulitan membiayai sekolah menjadi pekerjaan berat pemerintah untuk mempertahankan sumber daya manusia masa depan bangsa ini. Kita semua berharap, semoga moment tahun baru Islam ini, menjadi tonggak baru untuk membalik situasi yang buruk menjadi situasi yang kondusif baik secara politik, ekonomi, sosial, Budaya maupun keamanan,”ujar Hj Nevi Zuairina.(hd)