Nagari Panampuang Maksimalkan BPEL Total Rp 876 Juta

oleh -309 views
Pemerintah komit, Dt Febby minta Nagari Panampuang maksimalkan jadi Eduwisata Sulaman, Kamis 1/8 (foto: dok)

Agam,—Rentang 2018-2019 sejak Nagari Panampuang ditunjuk oleh Kementerian Desa PDTT sebagai pelaksana kegiatan Pilot Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal ( PIID PEL), sebagai ujud komitmen pemerintah mendorong pembangunan di daerah pedesaan melalui pengembangan ekonomi lokal atau produk unggulan desa.

Di nagari Panampuang Kecamatan Ampek Angkek, pengembangan untuk penguatan ekonomi lokal yaitu Sulaman HandMade khusus Nagari Panampuang.

Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pemberdayaan ekonomi dengan pola kemitraan melibatkan BUMNag NagarI, Kelompok UEMD yang bergerak dibidang sulaman serta offtaker selaku pemasaran produk, serta dari inkubator sebagai pendampingan,”ujar¬†Walinagari Panampuang Zulhendra, S.HI, Kamis 1/8.

Zulhendramenjelaskan, anggaran dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa PDTT RI untuk program Bantuan Pengembangan Ekonomi Lokal (BPEL) ini sebesar Rp 1.5 Milyar.

“Alhamdulillah untuk saat ini, kita di Nagari Panampuang sudah dikucurkan dana oleh Kementerian Desa PDTT sebesar Rp. 876.575.000,- dari 1.5 M anggaran yang telah disiapkan. Untuk tahap awal di tahun 2018 kemaren kita sudah menerima anggaran sebesar Rp. 200.000.000,- dan untuk tahap II tahun 2019 telah dicairkan sebesar Rp. 676.575.000,- Kegiatan yang telah kita laksanakan berupa pelatihan, pembelian bahan dan peralatan produksi sulaman, dan untuk saat ini kita akan menyiapkan galeri sebagai pemasaran produk sulaman secara manual ataupun secara online,”ujarnya.

Untuk semua kegiatan dilaksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan Kemitraan (TPKK) PIID PEL yang  diketuai oleh Ketua BUMNag Panampuang.

Sementara itu Staf Khusus Menteri Desa Febby Datuak Bangso yang juga merupakan Sumando Panampuang ini mengatakan, program PIID PEL adalah program strategis dari Kementerian Desa PDTT yang diarahkan ke Desa, untuk tahun ini kita dari Kementrian Desa sudah siapkan anggaran untuk 100 Desa di Indonesia.

“Samoai saat ini baru 31 Desa di Indonesia yang sudah kita cairkan bantuan, termasuk salah satunya Nagari Panampuang yang kita prioritaskan. Kenala?, karena di Nagari Panampuang ada potensi sulaman sebagai warisan kearifan lokal yang harus kita kembangkan. Kami dari Kementrian Desa PDTT berharap program ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi Masyarakat, apalagi pengrajin sulaman ada disetiap rumah penduduk,”ujar Febby Datuak Bangso.

Dan untuk BUMNag Panampuang pun kata Datuk Febby namanya lagi naik daun maju Cabup Tanah Datar, telah dibantu sebesar Rp. 50.000.000,- ditahun 2017 kemaren.

“Termasuk bantuan Usaha Ekonomi Masyarakat sebesar Rp. 200 juta yang kesemuanya tentu kita berharap akan meningkatkan ekonomi Masyarakat, dan juga Nagari Panampuang ini akan kita sulap menjadi Eduwisata Sulaman,”ingat Datuak Febby biasa staf khusus Mendes itu disapa elite Sumbar.

Alwasman Musnir selaku Ketua TPKK PIID PEL Nagari Panampuang, menjelaskan saat ini pelaksana kegiatan sudah menyiapkan proses pencairan anggaran berdasarkan Rencana Usaha Kemitraan (RUK).

“Kami susun, untuk galeri dalam waktu dekat akan dilakukan proses pembangunan, jadi mohon dukungan dari seluruh unsur masyarakat,”ujarnya. (rilis: ngr-pnmpng)