Nagari Salayo Menuju Negeri Wisata Budaya

oleh
PPDM Unand lakukan pengabdian siapkan Nagari Salayo jadi negeri wisata budaya. (foto: dok)

Padang,—Tim Pengabdian Masyarakat PPDM Universitas Andalas terus berbuat untuk berbagi demi kemajuan daerah.

Seperti dilakukan PPDM Unand yakni pengabdian ke Negeri Selayo Kabupaten Solok. Tim Pengabdian Masyarakat PPDM Universitas Andalas yang terdiri dari DR. Dodi Devianto, DR Sari Lenggo Geni dan DR. Sri Maryati bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Solok, merancang pengembangan Nagari Salayo sebagai Negeri Wisata Budaya.

“Kegiatan pengabdian masyarakat ini direncanakan dilaksanakan dalam jangka waktu tiga tahun, pada tahun pertama ini kegiatan difokuskan pada pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Carano,”ujar Sari Lenggogeni dikenal sebagai pakar pariwisata Sumbar.

Untuk itu, menurut Sari pihaknya telah melakukan pelatihan motivasi dan kewirausahaan serta pendampingan pembuatan perencanaan usaha.

“Adapun usaha yang akan dikembangkan adalah usaha ekonomi kreatif berbasis budaya dan sumberdaya local, dengan membentuk 4 (empat) kelompok bidang usaha yaitu: Kuliner, Kerajinan & Fesyen, Pertunjukan & event, Fotografi & Periklanan,”ujar Sari.

Harapannya menurut jebolan doktor Australia ini, pada tahun ke dua usaha itu sudah mulai dijalankan dengan membuat dan menawarkan berbagai paket wisata budaya di Nagari Salayo.

“Dengan pendampingan dan dukungan penuh Pemerintah Daerah berserta Senator seperti Novi Candra, dan tokoh daerah Sutan Bahri dan Dendi, tentunya tujuan kegiatan pengabdian masyarakat menjadikan Nagari Salayo sebagai Nagari Wisata Budaya akan terwujud,”ujarnya.

Dan sejalan dengan itu sejarah Minangkabau, khususnya tentang Datuak Parpatiah nan Sabatang akan semakin dikenal dan dipahami secara lebih luas.

Untuk lebih memotivasi semangat wirausaha dan krativitas anggota POKDARWIS CARANO, kata Sari akan diadakan Studi Tiru ke Kabupaten Pelalawan yang memiliki desa kratif terbaik secara nasional.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tgl 23-26 September mendatang. Di sini diharapkan perserta akan dapat mempelajari bagaimana menjadi pelaku usaha wisata langsung dari para pelaku usaha di kawasan ini. Kegiatan studi Tiru akan dipandu lansung oleh Tim Pengabdian dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Yandra Prasat,”ujar Sari. (rilis: ppdm/unand)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *