Nagari Tapakih Ulakan Menjadi Nagari Tsunamy Ready Community yang Diakui Dunia.

oleh -25 views
oleh
25 views

Parit Malintang,- Nagari Tapakih Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman menjadi salah satu Nagari Tsunamy Ready Community yang diakui dunia.

Pengakuan dan pengukuhan secara resmi dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), setelah melewati tahapan verifikasi lapangan oleh Tim Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC).

Verifikasi oleh tim berlangsung selama dua hari mulai 4-5 September 2023. Dipimpin oleh Ardito M Kodijat, Tim Verifikator bersama BMKG Pusat akan melakukan pengecekan terhadap 12 indikator.
Dalam hal ini, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur mengaku bangga, setelah melalui berbagai persiapan selama satu tahun terakhir, akhirnya Nagari Tapakih mendapat pengakuan sebagai Tsunami Ready Community yang diakui dunia.

“Saya berterima kasih dan berbangga, akhirnya akan ada nagari berstatus Tsunami Ready Community di Padang Pariaman yang sudah berstandar internasional dan mendapat pengakuan Unesco,” ungkap Suhatri Bur, didampingi Kalaksa BPBD Budi Mulya saat membuka acara kemarin, Senin (04/09).

Suhatri Bur berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman bencana tsunami yang terjadi. Karena bencana itu katanya, tidak dapat dihindari namun perlu ada upaya untuk mengurangi resiko dari bencana, terutama bagi masyarakat setempat.

“Mudah-mudahan kegiatan ini akan dapat meningkatkan kewaspadaan kita untuk siaga terhadap bencana tsunami,” harapnya menambahkan.

Senada dengan Bupati, Kalaksa BPBD Budi Mulya mengungkapkan, kegiatan verifikasi ini sebagai upaya mewujudkan bagian dari komunitas internasional. Selain itu, Nagari Tapakih telah menjadi bagian dari 10 komunitas di indonesia “Tsunami Ready Community” yang mendapat pengakuan dari National Tsunamy Ready Board (NTRB).

“Secara nasional pengakuan terhadap Nagari Tapakih telah didapat pada bulan Februari 2023 lalu. Penilaian hari ini ada 14 indikator yang telah dipersiapkan di nagari tapakis dengan nantinya dibuktikan ketersediaan dokumen, fisik lapangan dan peningkatan kapasitas masyarakatnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Tim Verifikator IOC-UNESCO Ardito M. Kodijat mengungkapkan, kedatangan tim verifikasi lapangan bertujuan untuk melakukan pengecekan terhadap 12 indikator yang telah dipersiapkan oleh Nagari Tapakih sebagai Tsunami Ready Community.

“Apabila memenuhi semua kriteria yang telah ditetapkan, Nagari Tapakih akan menjadi desa/nagari ke 10 di Indonesia dan yang ke 25 di dunia yang mendapat pengakuan dari Unesco sebagai desa/nagari dengan status tsunamy ready community,” ungkapnya.

Verifikasi lapangan yang berlangsung selama 2 (dua) hari tersebut, juga dihadiri oleh Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang Suadi Ahadi, Kepala UPT BMKG Sumbar, Camat Ulakan Tapakih, Wali Nagari Tapakih, KOGAMI, KSB Nagari Tapakih, dan tokoh masyarakat di nagari setempat.(**)