Naslindo, GM PLN, Pakar dan Praktisi, Besok ‘Bakuhampeh’ Soal EBT

oleh -143 views
Pembangkit listrik biomassa berbahan baku bambu terangkan Mentawai. Besok (Rabu 9-10-2019) EBT dicikaruik pada dialog di Batigo Cafe. (foto: dok/ bappeda-mtw)

Padang,—Masalah energi baru terbarukan (EBT) sudah menjadi issu dunia, di saat kekhawatiran terhadap energi yang berasal dari fosil semakin habis.

Soal EBT ini menjadi bahan dialog publik besok Rabu 9/10 menarik dan asyik apalagi dibahas dalam suasana santai tapi serius di Batigo Coffee.

Kepala Bappeda Kabupaten Kepulauan Mentawai Naslindo Sirait yang mendapat apresiasi dari Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brojonegero saat peresmian Pembangkit Listrik Biomassa beberapa waktu lalu akan “bakuhampek” dengan GM PLN Sumbar Bambang Dwiyanto, Akademisi yang juga Fakultas Teknik Unand Insannul Kamil dan Ketua Umun Kadin Sumbar Rahmat Saleh.

EBT merupakan pilihan energi masa depan, di mana energi yang ketersediaan sumbernya bisa dipulihkan secara alami, berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Pascaperesmian Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) berbahan baku bambu di Kabupaten Kepulauan Mentawai oleh Menteri Bappenas/PPN Bambang Brojonegoro tempo hari, telah membuka mata semua pihak akan EBT. Ternyata dari bambu bisa menghasilkan listrik untuk dimanfaatkan masyarakat banyak.

Karena itu, Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumbar bekerjasama dengan Komunitas Pemerhati Sumbar (Kapas) mencoba mengagas sebuah diskusi dengan tema “Sumbar dan Energi Baru Terbarukan”.

Ditujukan, agar EBT bisa menjadi alternatif energi di Sumbar. Sebenarnya bukan saja bambu, limbah sawit, sekam padi pun bisa dijadikan bahan baku.

Menurut koordinator acara Wakil Ketua IWO Sumbar Almudazir, diskusi tersebut mengundang narasumber yang berkompeten, mewakili birokrat, akademisi, praktisi dan PLN yang akan menampung listrik yang telah dihasilkan dan membuat jaringan ke rumah-rumah masyarakat.

“Walaupun temanya agak berat, tetapi diskusi kita buat ala cafe, serius tapi santai,” ujar Almudazir.

Pemred mimbarminang.id menyebutkan pelaksanaan diskusi akan dilaksanakan hari Rabu tanggal 9 Oktober 2019, mulai pukul 13.0O WIB siang, bertempat di Cafe Kupi Batigo Jl. KH Ahmad Dahlan No. 9 Padang Baru Padang, di depan Masjid Raya Sumbar.

Di samping audien puluhan wartawan, baik cetak, elektronik dan online, peserta diskusi juga mengundang para mahasiswa yang berlatar belakang kelistrikan, atau elektro.

“Undangan untuk para mahasiswa sudah diberikan ke kampus mereka, diantaranya Unand, UNP, UBH, Unes, ITP dan Politeknik Negeri Padang,” tukuknya.

Ketua IWO Sumbar Khadafi Azwar menyebut diskusi Rabu besok adalah kontribusi wartawan dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat.

“EBT bisa dibuat lebih banyak di Sumbar dengan investasi pihak swasta yang peduli dengan pembangunan listrik untuk daerah masih belum dialiri listrik,”ujar Khadafi.

Mudah-mudahan, lanjut Isa Kurniawan, Kordinator Kapas, diskusi yang merupakan konstribusi wartawan dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat Sumbar itu, bisa berjalan dengan sukses, dan EBT bisa dibuat lebih banyak di Sumbar dengan investasi pihak swasta yang peduli dengan pembangunan kelistrikan di daerah-daerah yang belum teraliri.

“Dimulai dari Mentawai, semoga diskusi ini menjadi inspirasi bagi para pengusaha untuk berinvestasi di bidang ini. Begitu juga dengan kabupaten kota lain di SumbarĀ  dan Indonesia umum. Karena, energi ini selain ramah lingkungan, juga bahan bakunya sangat banyak sehingga bisa berkesinambungan,”ujar Isa yang juga pemred forumsumbar.com. (rilis)