Nevi di RDPU Komisi VI DPR RI, Penting Pembinaan Pedagang Pasar

oleh -52 views
Hj Nevi Zuairina siap menjembatani kendala pedagang pasar kekinian, RDPU Komisi VI DPR RI. (nzvoice)

Jakarta — Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VI DPR RI dengan beberapa asosiasi pedagang, Hj Nevi Zuairina kembali menekankan keberpihakannya kepada pedagang pasar di seluruh Indonesia.

Hj. Nevi Zuairina langsung menerima kedatangan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dan ASOSIASI Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) di gedung parlemen ruang rapat Komisi VI DPR RI yang terwadahi pada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).

Nevi menyampaikan, disinya siap menjembatani untuk melakukan pembinaan terhadap pedagang pasar dan pengelola pasar, termasuk dalam hal ini adalah melakukan pengawasan dan memastikan konsumen terlindungi sesuai aturan Perundang-undangan.

“Pasar merupakan salah satu objek vital dalam pembangunan ekonomi. Namun ditengah pandemi yg masih berlangsung, para pedagang pasar termasuk merupakan profesi yang sangat terkena dampaknya. APPSI dan ASPARINDO dapat menjadi mediator antara pedangang pasar dan pemerintah dalam menjaga eksistensi pedagang pasar ditengah menurun nya daya beli masyarakat,”ujsr Hj Nevi.

Politisi PKS ini mengatakan, DPR RI dapat menjadi penyambung suara aspirasi dari masyarakat pedagang pasar yang di wadahi melalui APPSI kepada pemerintah dalam hal ini kementerian Perdagangan. Begitu juga ASPARINDO, dapat melakukan komunikasi intensif atau rutin kepada DPR untuk menyampaikan berbagai aspirasi untuk di sampaikan kepada kementerian perdagangan yang merupakan representasi dari pemerintah.

Legislator asal Sumatera Barat ini juga menyinggung, akan pentingnya transformasi digital aktivitas jual beli di pasar. Perkembangan teknologi digital membuat aktivitas pasar sudah mulai bergeser ke berbagai platform e-commerce.

“Khusus kepada Asparindo, harus memulai untuk secara bertahap mengarahkan para pedagang untuk beraktivitas penjualan melalui daring internet sehingga masuk pada prilaku konsumen yang baru dimana mulai terbiasa bertransaski melalui gadgetnya”, ucap Nevi.

“Saya lihat kios-kios sudah mulai tampak sepi. Karena hampir semua produk, ada djual orang d berbagai platform tersebut. Platform driver online dan marketplace dapat menjadi sarana awal untuk mengurangi dampak sepinya penjualan,_katanya.

Anggota FPKS ini turut prihatin, saat ini akibat berbagai PPKM yang telah berlangsung berulang kali, telah mengakibatkan kebangkrutan pedagang pasar hingga 30%. Rata-rata kebangkrutan ini di awali tidak mampunya para pedagang membayar sewa. Sepinya pembeli ini sudah menjadi fakta nyata yang semestinya para pemangku kebijakan di eksekutif negara ini dapat memberikan solusi.

“Saya berterima kasih dan mengapresiasi APPSI dan ASPARINDO yang sudah hadir di gedung DPR ini. Upaya ini memang penting di tempuh sebagai upaya menyelesaikan berbagai persoalan dampak pandemi yang menimpa para pedagang pasar termasuk pengelola pasarnya,”ujar Nevi Zuairina.(nzvoice)