Nevi Zuairina Peroleh Rekor MURI, Makan Salalauak 150 Ribu Buah Jadi Rekor Indonesia

oleh -158 views
Nevi Zuairina selaku ketua Forikan Sumbar raih sertifikat Rekor MURI pada Hari Ikan Nasional, Sabtu 14/12 di Jakarta (foto: timnz)

Jakarta,–Ketua Forikan Sumbar yang kini jadi Anggota DPR RI Nevi Zuairina mendapat sertifikat dari Musium Rekor Indonesia (MURI).

Nevi Zuairina dinilai berhasil karena Forikan dipimpinnya catat Rekor MURI untuk makan Salalauak (kuliner khas pariaman,red) sebanyak 150 ribu pics atau buah.

“Salalauak itu terbuat dari tepung dan pakai ikan digoreng lezat, Forikan yang jadikan Ikan sebagai sumber porotein terujud, termasuk makan massal 150 ribu salalauak yang hari ini dicatat MURI sebagai rekor Indonesia,”ujar Nevi usai menerima sertifikat MURI, Sabtu 14/12 di Jakarta pada peringatan Hari Ikan Nasional.

Forikan yang diketuai istri Gubernur Sumbar dalam menggalakan Gemarikan (gerakan mari makan ikan) mampu memasivekan konsumsi ikan bagi masyarakat Sumbar menjadi pilihan utama.

“Kita giat melakukan pembinaan ke kabupaten dan kota, termasuk membangun Forikan di tingkat kota dan kabupaten,”ujar Nevi.

Juga untuk memassalkan makan ikan, Forikan Sumbar lakukan berbagai perlombaan  seperti meujudkan implementasi Gemarikan pada kurikulum PAUD.

“Menggelar lomba inovasi masakaan nernahan baku ikan, menggelar lomba jingle Gemarika antar SMA sederajat.  Sosialisasi ke Ke PAUD  dalam rangka implementasi Gemarikan pada kurikulum PAUD,”ujar Nevi.

Menurut Nevi selain konsumsi ikan gudang protein juga bisa mengantisipasi wabah stunting.

“Ikan juga tidak akan pernah habis karena laut Sumbar kaya ikan dan Insya Allah terjaga dari praktek ilegal fishing,”ujar Nevi.

Nevi Zuairina (dua dari kiri) bersama peraih penghargaan lain oada Hari Ikan Nasional, Sabtu 14/12 di Jakarta (foto: timnz)

Rekor MURI makan Salalauak diperoleh Forikan Sumbar hari ini kata Nevi adalah tantangan untuk lebih banyak lagi berbuat terbaik untuk Sumbar.

“Rekor MURI selain bangga tentu jadi tantangan kedepan bagi Forikan untuk lebih masivenya masyarakat konsumsi ikan,”ujar Nevi.(timnz)