Ngeriii… Harga TBS Terjun Bebas

oleh -43 views
Harga TBS terjun bebas petani. sawit di Dharmasraya mulai menangis karena kehidupan makin berat, Selasa 28 Juni 2022. (dok/eek)

Dharmasraya, —Harga Tandan Buah Segar Sawit (TBS) berapa minggu dan hingga hari ini terjun bebas. petani sawit mulai lagi rasakan pedihnya kehidupan.

Menyikapi harga TBS terjun bebas itu, Anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Dharmasraya dan perwakilan Tokoh perwakilan petani sawit sekabupaten Dharmasraya mengadakan kunjungan dan dialog dengan dua pihak perusahan pabrik sawit.

Dua perusahaan yang mereka temuka  itu yakni Perusahan Sawit PT Dharmasraya Lestrindo (PT DL) Koto Padang, Kecamatan Koto Baru kemudian Pihak Perusahaan Perusahan PT Dharmasraya Sawit Lestari (PT DSL) yang berada di kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat. Selasa 28/6-2022. Mereka mempertanyakan tentang terus merosot Harga Tandan Buah Segar Sawit (TBS) di tingkat petani sawit di kabupaten Dharmasraraya

Tokoh perwakilan petani sawit sekabupaten Dharmasraya H.Masrul Maas  ditemui awak media mengatakan memang benar sekali berapa minggu harga Harga Tandan Buah Segar Sawit (TBS) sangat sedih dan pilu serta mengecewakan sekali padahal salama ini menikmati hidup ini dari hasil dari berkebun sawitnya.

“Sekarang ini tidak sampai 30 % hasil penjualan Tandan Buah Segar Sawit (TBS) sebelumnya dari Rp 300 rupiah,apa lagi saat ini kebutuhan sehari dalam rumah tangga tidak turun.

“Belum lagi biaya opersional kebun sawit yang cukup tinggi. Kondisi sekarang ini kita mengharpakan kepada pemerintah,untuk memperihatikan para petani sawit. Tandan Buah Segar Sawit (TBS) yang anjlok ini ancam kehidupan ribuan bahkan jutana petani saeit di Indonesia,” ujar Masrul Maas.

Sementara itu di tempat yang sama Ketua Bidang Kemitraan dan lembaga DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Jhon Nasri mengatakan anjlok harga TBS di Dharmasraya terhadap dua perusahan tanpa kebun ini, sebelum berdiri perusahaan  seluruh para petani dan KUD Sawit mendukung untuk membangun dua perusahan ini.

“Kami dari Anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) serta Tokoh perwakilan petani sawit sekabupaten Dharmasraya.melakukan kunjungan dan pertemuan kepada dua perusahan sawit ini,yaitu Perusahan Sawit PT Dharmasraya Lestrindo (PT DL) Koto Padang, Kecamatan Koto Baru kemudian Perusahaan PT Dharmasraya Sawit Lestari (PT DSL) yang berada di kecamatan Koto Salak berdialog tentang pembelian harga TBS oleh dua perusahan sawit tersebut,”ujar Jhon Nasri.

Tujuan adalah untuk tahu bagaimana betul rumus harga TBS yang di bawah anggka Rp 100 di petani sawit.

“Sedangakan harga yang ditetapkan oleh Dinas Perkebunan Propinsi Sumatera Barat pada saat ini adalah Rp 2.428 per kilogram penetapan tanggal 22 sampai tanggal 30 Juni tahun 2022 ini. Selisihnya kalau memang deviasinya tarok lah 15% seharus hingga ke petani sawit berkisar Rp 2.000 atau Rp 1.800 rupiah per kilogram,”ujar Jhon.

ini kata Jhon Nasri  dipertanyakan dalam pertemuan dan dialog, selaku Ketua Bidang Kemitraan dan Lembaga DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), memperjelas kemitraannya kenapa harga Tandan Buah Segar Sawit (TBS) bisa anjlok pada saat ini.

Humas Perusahan Sawit PT Dharmasraya Lestrindo (PT DL) Koto Padang, Zulkifli mengatakan kami di sini adalah sebagai pekerja perusahan saja, untuk masalah pasang surut harga TBS tidak tahu.

“Harga beli TBS tersebut adalah keputusan dari manajemen serta pimpinan perusahan sawit yang di atas, apa keputusan nya itu yang kami laksanakan dan menjalankan tugas di Perusahan Sawit PT Dharmasraya Lestrindo (PT DL) ini, ” ujar Zulkifli.

Dan keputusan harga TBS tetap berpatokkan dengan harga CPO dunia serta kebijakan pemerintah pusat yang termasuk dengan kelancaran pemasaran minyak sawit.

“Untuk di lapangan kita tetap jalan seperti biasa sesuai dengan aturan manajemen Perusahan Sawit PT Dharmasraya Lestrindo kita sehingganya pada saat ini Tandan Buah Segar Sawit menumpuk yang kita lihat sekarang ini,”ujar Zulkifli.

Sedangkan Maneger Pembelian Tandan Buah Segar Sawit PT Dharmasraya Sawit Lestari Salim kepada awak media mengatakan kalau untuk harga di perusahan karena tengki penampung sudah hampir penuh harga masih menentukan dengan harga yang lain di kabupaten Dharmasraya dengan harga Rp 1.335 per kilogram.

“Kalau kita membeli harga terlalu tinggi secara otomatis dengan modal kita tidak sanggup. maka kita harus mengikuti harga passing yang mana passing turun kita ikut turun kalau pessing harganya naik kita juga ikut naik. Dan kita tetap berpatokkan dengan harga CPO dunia serta kebijakan pemerintah pusat dan manjemen perusahaan kita,”ujarnyam

Untuk saat ini kondisi perusahan pada tangki minyak CPO sawit hampir penuh dan perusahaan menunggu intruksi  pimpinan tentang minyak CPO sawit yang diproduksi.

“Apakah dikirim ke pelabuhan atau masih tetap disini menunggu harga CPO dunia yang mulai membaik,”ujar Salim.(eek)