Nurhayati Subakat

oleh -1.408 views
Pemilik Wardah Nurhayati Subakat. (foto: dok/google)

Padang,—Banyak kata tidak akan pernah cukup mengupas tentang sosok puteri minangkabau ini. Dia yang hadir di saat yang tepat, kala Indonesia tengah gagap menghadapi pendemi global Covid-19.

Donasi Nuhayati Subakat pemilik Wardah Cosmetik sebesar Rp 40 Miliar membulalakan mata semua orang di Indonesia dan menjadi buah sebut orang Sumbar kepada sosok perempuan alumni SMA 1 Padang itu.

Nurhayati Subakat telah menunjukan kepeduliannya dan tak cukup Rp 40 miliar sumbangsih perusahaannya kepada berbagai rumah sakit di Indonesia, dia juga aktif membantu aksi kepedulian orang Sumbar dalam bergerak serempak lawan corona virus.

Bahkan satu pesan Nirhayati Subakat melalu sahabatnya Yenni apapun sulitnya situasi kini jangan sampai memecat karyawan mu.

”Insya Allah saat ini karyawan bu Nurhayati ada 12 ribu tidak ada dipecat, sementara perusahaan lain telah mengambil langkah efesiensi salah satunya memecat atau merumahkn karyawannya tanpa di gaji,”ujar Yenni menyampaikan chat Nurhayati Subakat ke whatsapp group yang inten berdiskusi dan aksi peduli untuk menekan sebaran Covid-19 di Sumbar.

Nurhayati Subakat mengakui kalau karyawan adalah asset dan membuat usahanya menjadi seperti sekarang.

”Ingat karyawan mu-lah yang membuat usaha mu besar dan sukses sebelum ini, lalu ada wabah terus dipecat, tidak adil namanya itu,”ujar Nurhayati yang awalnya seorang ibu rumah tangga tersebut.

Di Sumbar saat wabah Covid-19 sudah banyak pengusaha merumahkan karyawannya, menurut Yenni sebuah pesan menyentuh dari Nuhayati Subakat jangan pernah PHK orang atau karyawan mu.

”Jangan PHK orang yang telah bertahun-tahun membantu kita, kondisi saat ini mestinya perusahaan membantu mereka, ibaratnya keluarkan keuntungan selama ini untuk karyawan, kalau gajinya tidak bisa penuh separoh kita berikan, itu pesan bu Nur yang saya terima saat pandemi ini,”ujar Yenni.

Nurhayati Subakat mungkin satu dari ribuan atau bahkan jutaan orang peduli terhadap wabah Corona melanda dunia saat ini. Tapi satu yang pasti saat semua rubuh oleh pandemi corona ini, jangan sampai nilai solidariats dan kesetiakwanan punah pula.

Tetap Berprinsip Anak Minang

Di kala Covid-19 mulai meruyak di seantaro negeri, Wardah menjadi trending di media sosial gelontoran sumbangan Rp 40 miliar menjadi like media darling.

CEO PT Paragon Technology and Innovation, Salman Subakat dikutip dari Kumparan News. Wardah
menggelontorkan bantuan alat kesehatan ke sejumlah rumah sakit diantaranya RS Persahabatan, RS Pelni, dan RS Sulianto Saroso.

Siapa sosok sukses yang murah hati di balik perusahaan besar PT Paragon Technology & Innovation (PTI) menangani 3 brand kosmetik lokal seperti Wardah, Emina, dan Make Over.

Ooo, sukses dan ujud kepedulian di tengah dampak pandemi global ternyata sosok wanita, dia yang mengawali usahanya dari sebuah usaha rumahan. Nurhayati Subakat namanya, putri minangkabau Sumatera Barat itu mengenalkan produk kosmetiknya hanya lewat rumah ke rumah.

Nurhayati kelahiran Padang Panjang, Sumatera Barat, anak kedua dari delapan bersaudara. Sejak kecil Bu Nurhayati memang sudah dikenal sebagai anak yang cerdas, terbukti saat masuk perguruan tinggi ia berhasil diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Farmasi.
Setelah menyelesaikan kuliah tepat waktu, Nurhayati kemudian pulang kampung ke Padang dan bekerja di rumah sakit sebagai apoteker.

Selanjutnya dikutip dari kumparan news, karena ingin mengembangkan karier, Nurhayati pindah ke Jakarta dan bekerja di perusahaan Wella Cosmetic dari tahun 1979 sampai 1985.

Bekal pengalaman itu, Nurhayati memutuskan untuk membuka usaha sendiri, padahal waktu itu ia sudah mempunyai jabatan yang tinggi di perusahaan tersebut. Namanya juga usaha pasti ada risiko yang harus diterima dong?

Pada 1985 ia mencoba untuk produksi shampo yang menargetkan salon-salon pinggiran di daerah Tangerang. Saat itu menurut wanita Minangkabau ini dia tidak membutuhkan modal yang terlalu besar.

Kini usaha dari rumah kerumah itu telah menelma menjadi perusahan besar yang menjadi branding dunia kosmetik nasioanl maupun regional atau bahkan internaisonal.

Nurhayati Subakat tetaplah seperti wanita minangkabau kebanyakan kepedulian sosial dan suka membantu kepada orang yang punya kesulitan apalagi di tengah wabah Covid-19 hari ini dan entah kapan akan berakhir.

Walau budjet perusahaan sudah over untuk membantu, Nurhayati Subakat rela menarik uang di kantong pribadi untuk ikut badoncek membantu APD dan Sembako untuk Sumbar.