Nyatakan Keterbukaan Informasi Publik PPID Harus Inovatif

oleh
Walikota Deri Asta bersama Komisioner KI Sumbar kepalkan tinju tanda komitmen jadikan nyata keterbukaan informasi publik di Kota Tambang, Minggu 18/11 (foto:ppid/kisb)

Sawahlunto,— Walikota Sawahlunto Deri Asta sangat surprise didatangi Komisi Informasi (KI)Sumbar, Minggu 18/11 pagi.

“Terimakasih, KI Sumbar mau hadir dan memenuhi undangan kami, ayo kita sharing untuk kuatkan keterbukaan  informasi publik di kota tambang ini,”ujar Deri menyambut Ketua KI Sumbar Syamsu Rizal, Wakil Ketua KI Arfitriati dan Komisioner KI Sumbar Adrian Tuswandi di rumah dinas Wako Sawahlunto.

Deri Asta merupakan walikota terpilih yang baru beberapa bulan efektif menjadi pemimpin di Kota Sawahlunto.

Menurut Deri pemerintahan yang baik dan bersih itu adalah mengaplikasikan keterbukaan informasi publik.

“Saya dengar penjelasan KI Sumbar, ternyata Sawahlunto belum optimal kerja keterbukaan informasinya, tapi 2019 Insha Allah kami akan start dna langsunh berlari, keinginan saya melayani keterbukaan informasi publik pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) harus inovatif,”ujar Deri.

Sementara Wakil Ketua KI Sumbar Arfitriati optimis dengan pemimpin baru Sawahlunto, soal sebelum ini terkesan lambat menerapkan UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik tidak akan terjadi lagi.

“Saya pribadi optimis melihat semangat walikota baru, pasti tahun depan Sawahlilunto menjadi roh model baru aplikasi keterbukaan informasi publik di Sumbar,”ujar Fit bisa putri asli Sawahlunto ini disapa.

Sedangkan Adrian lebih menekankan kepada peran Walikota dalam menyatakan keterbukaan informasi publik.

“Kepala daerah harus komit dan kosisten, pak wali tinggal membuat regulasi dan mengingatkan aparat yang diberi amanah untuk mengaktualkan keterbukaan informasi publik,”ujar Toaik biasa pemilik kartu utama Dewan Pers ini dikenal di dunia jurnalis Sumbar. (rilis: ppid/kisb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *