Padang tak Butuh Pemimpin Ma-Aden

oleh -395 views
HM Nurnas diwanwanvarai Ilham Azre, peneliti Spectrum Politika, Selasa 21/3 di Talika Cafe.

Padang,—Sejak era 80 an sampai hari ini belum berubah signifikan, diperparah setelah kena bencana gempa bumi 2009.
Dibandingkan Arengka Pekanbaru, dengan Padang kini, kota ini jauh tertinggal.

“Harusnya pasca gempa era pemulihan dan kebangkitan, Padang harus lebih maju sehingga Kota Metro Padang itu memang terlihat dan dirasakan warganya,”ujar HM Nurnas saat diwawancarai peneliti Spectrum Politika, Selasa 21/3 di Talika Cafe.
Menurut politisi senior Partai Demokrat Sumbar yang kini juga Ketua Komisi IV DPRD Sumbar mengatakan tanpa provinsi menolong pembangunan Padang tidak ada apa-apanya.
“Untung saja dana provinsi sangat besar digelontorkan untuk Padang, sehingga kota ini tacelak (cantik), kalau tanpa dana provinsi, program pembangunan kota ini pasti melempem,” ujar Nurnas.
Menurut Nurnas dari kondisi Padang kekinian dibutuhkan kepala daerah yang meng-aden (on man show), tapi kepala daerah yang visioner.
“Tidak perlu kepala daerah yang birokrasisentris dan pencitraansentris, karena kepala daerah yang dibutuhkan jiwa inovatifnya, dan tulus dalam pengabdian,” ujar Nurnas.
Menurut Nurnas dengan kriteria itu, memang sulit mencari siapa yang pantas memimpin Padang kedepan.
“Selagi gerbong menjadikan kepala daerah yaitu Parpol masih mengaden juga, yakni harus orangnya ini sulit mendapatkan pemimpin yang ideal,” ujar Nurnas.
Dan jangan pula harus Mahyeldisentris pula, masih banyak stok Padang yang lain untuk dimajukan memimpin Padang.
“Ada Desri Ayunda seorang entrepreniur yang tak diragukan lagi, juga jangan alergi dengan sosok muda paerti Andree Rosiade, Adrian Tuswandi dan Maidestal Hari Mahesa, serta Hendri Septa kalau warga padang yakin, ini mesti dipasokokan memimpin Kota ini,” ujar Nurnas.
Kolaborasi walikota dan wakil walikota Padang, menurut Nurnas adalah profesional dan birokrat. “Yang nampak sama saya itu ada di sosok Veri Yasri dan Didi Haryadi, dia ASN yang mampunyai kemampuan membenahi internal, bisa juga Adib Alfikri.
“Kalau sebagai warga negara yang punya hak konstitusi memilih dan dipilih, kalau Pilkada Padang hari ini rahasia dong kan Pemilu itu asasnya Luberpilih,” ujarnya. (Wandi)