Pariaman Destinasi Wisata Keluarga dan Edukasi dengan Kekuatan Waterfront City, Budaya dan Heritage

oleh -347 views
oleh
347 views
Febby Dt Bangso (kanan). Jelang Perayaan Tabuik 2023 dan Diskusi Ketahanan Kota Pariaman , Explore Cultural Waterfront City and Heritage bersama Oscar Matuloh dan Nanang Jaringan Kota Pusaka. (dok)

Oleh: Febby Dt Bangso 

Ketua Umum Persatuan Dosen Pariwisata Indonesia

PARIAMAN bisa menjadi lebih istimewa dengan tambahan objek wisata ex kapal perang KRI Bone yang baru saja ditanda tangani hibahnya oleh Walikota Pariaman Genius Umar.

Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah (NPH) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah Eks KRI Teluk Bone 511 dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) kepada Pemko Pariaman, di Kantor Direktorat Jenderal (Dirjen) Kekuatan Pertahanan (Kuathan) Kemenhan, Jakarta, Selasa 20/6-2023.

Penandatanganan dilakukan Dirjen Kuathan Kemenhan, Laksamana Muda TNI Dr. Bambang Irwanto MTr (Han) CHRMP. Tentu saja kehadiran kapal perang ini menguatkan sejarah pariaman sebagai kota pelabuhan dan pariaman juga pernah menjadi ibukota kabupaten samudera pada masanya dan pernah menjadi pangkalan Angkatan Laut

Keistimewaan lainnya saat ini hanya pariaman yang masih memiliki transportasi kereta api ke kota padang , stasiun piaman sejak zaman belanda sebelum kemerdekaan sudah ada tentu ini juga menambah khasanah perjalanan piaman sebagai kota perdagangan dan jasa.

“Kekuatan budaya nya jangan diragukan lagi bukan hanya kawin bajapuik yang didaftarkan sebagai warisan bukan benda dikementrian pendidikan dan budaya tetapi juga tradisi badoncek yang merupakan kekuatan solidaritas orang piaman.

Setelah melewati masa pandemi Covid 19, ketahanan kota-kota di seluruh dunia termasuk Indonesia juga terus menghadapi tantangan ketidakpastian global, krisis pangan, hingga perubahan iklim, terutama kota-kota pesisir, salah satunya Kota Pariaman. Sebagai kota di pesisir barat Provinsi Sumatera Barat, Kota Pariaman juga mengalami guncangan pandemi yang berdampak pada kondisi perekonomian dan kesejahteraan penduduknya.

Dengan luas wilayah 73,36 km2 dan jumlah penduduk 96.719 jiwa pada 2022 Kota Pariaman memiliki tantangan besar karena harus menekan kemiskinan dan meningkatkan layanan publik dengan penuh perjuangan karena memiliki APBD yang kecil dan terus menurun. Pada 2020, APBD Kota Pariaman sejumlah Rp. 704,720 M dan terus menurun hingga pada tahun 2022 hanya Rp. 604, 721 M.

Meski memiliki keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota Pariaman justru berkembang pesat menjadi kota yang penuh prestasi baik secara nasional maupun internasional.

Pada 2021, Kota Pariaman meraih penghargaan Innovative Goverment Award (IGA) sebagai daerah terinovatif di Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri karena berbagai inovasi pembangunan yang dilakukannya, baik dalam pembangunan infrastruktur jalan, lingkungan pesisir dan pembangunan ekonomi melalui UMKM yang mendukung pariwisata pesisir.

Di bawah kepemimpinan Walikota Genius Umar, Kota Pariaman dikenal mampu membangun 18 ruas jalan sepanjang 40 km tanpa menggunakan dana APBD maupun bantuan pemerintah, namun melibatkan seluruh masyarakat yang tinggal di Pariaman maupun para perantau secara gotong royong yang dalam tradisi mereka dikenal dengan nama tradisi budaya badoncek yang sangat kental dengan solidaritas.

Kota Pariaman memang terkenal memiliki budaya yang tinggi, salah satunya budaya pesisir yang sangat terkenal yakni Budaya Tabuik yang diperingati setiap 1 Muharam dan menjadi daya tarik pariwisata setiap tahun.

Penghargaan juga diraih Pariaman adalah kesuksesannya dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) melalui program Universal Health Coverage (UHC) karena telah melebihi target nasional. Ini berarti, hampir 100 % masyarakat Kota Pariaman telah tercover Jaminan Kesehatan Nasional.

Tak hanya di bidang kesehatan, di bidang pendidikan Pemerintah Kota Pariaman juga memiliki program Saga Saja (Satu Keluarga Satu Sarjana) dengan memberikan pendidikan gratis sampai SMA dan beasiswa kuliah kepada masyarakat bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Kota Pariaman juga beradaptasi dengan cepat di era digital menjadi smart city dan mendapatkan penghargaan nasional dalam pelayanan e government dan media center terbaik.

Untuk menambah daya tarik ke pariaman , wisatawan juga dapat mengunjungi sekolah tinggi ilmu baruak (STIB) Dimana beruk dilatih untuk memanjat kelapa , ini adalah bentuk kegelisahan seorang genius umar kalau melihat ada anak tidak bersekolah di pariaman, ini juga menjadi daya tarik wisata , ini akan menarik lagi jika pengelololahan penangkaran penyu dikembalikan lagi ke kota pariaman agar lebih terawat dan bisa dikemas menjadi suguhan wisata edukasi

Masih ada lagi potensi lubang jepang dan perencanaan penataan kota lama atau kota tua di sekitar stasiun kereta di pasar pariaman

Wisata pantai bersama keluarga , gathering dan olahraga , sambil menikmati perjalanan dengan kereta api dan belum lengkap kunjungan anda ke sumatera barat kalau belum mengunjungi kota pariaman , sate dan kepala ikan sebagai kuliner penutup perjalanan anda mengekplore pariaman as a cultural waterfront city and heritage. (analisa)