Pasar Politik tak Sudi Mahyeldi-Emzalmi Bepasangan Kembali

oleh -828 views
oleh
828 views
Yohanes Wempi, Pengamat Politik Sumbar menyatakan pisah Mahyeldi dan Emzalmi akibat pasar menginginkan, Jumat 9/6 di Padang
Yohanes Wempi, Pengamat Politik Sumbar menyatakan pisah Mahyeldi dan Emzalmi akibat pasar menginginkan, Jumat 9/6 di Padang..

Padang,—Pasangan Mahyeldi-Emzalmi pada Pilkada 2013 lalu dikenal dengan Mahem, tapi jelang Pilkada Padang tanda tak bergendengan tangan sudah terkuak.

Terbukti Emzalmi mendaftar ke Partai Nasdem, dan mungkin seminggu lagi Emzalmi mendaftar pula ke Partai Hanura.

Menurut politisi muda Sumbar Yohanes Wempi, berjalan sendiri-sendiri Maahyeldi-Emzalmi bukan karena dua figur ini tapi lebih karena pasar politik dan konsetuen tidak menerima.

“Pasar politik betul yang tidak menerima kalau Mahyeldi-Emzalmi lanjut pada Pilkada Padang 2018,”ujar Yohanes berbincang dengan media ini, Jumat 9/6 di Tali’ka Coffee.

Pasalnya jika pasangan ini dilanjutkan menurut Yohanes pasar lesu, sumber-sumber ekonomi politik tertutup.

“Apalagi soal barisan tim sukses yang tidak bisa bersama-sama lagi seperti Pilkada 2013 dan Pilkada putaran kedua 2014 lalu,”ujarnya.

Selain itu Parpol pengsung juga akan melempen kalau Mahyeldi-Emzalmi dilanjutkan pada Pilkada 2018.

“Konsolidasi Parpol akan melemah, bagi Parpol semakin banyak pasangan maju justru menguntungkan buat konsolidasi apalagi jarak Pilkada Padang denga Pileg 2019 kurang dari setahun,”ujar Yohanes.

Menurut Yohanes untuk kepentingan lebih luas ekonomi politik dan konsolidasi Parpol, dua figur ini harus berjalan sendiri dan berperang merebut suarabpemilihbpada alek demokrasi Padang 2018.

“Tidak bisa tidak, Mahyeldi dan Emzalmi harus bertarung di Pilkada Padang, silahkan cari sendiri calon wakil dan Parpol pengusungnya,”ujar Yohanes.(erwan)