Pasca Mahyeldi-Hendri, Maukah Gerindra Paksa Andre Maju Cawako Padang?

oleh
Pengamat Politik Fisip Unand Padang Ilham Azre mengatakan manuver PAN di awal Desember bukti jelinya PAN membaca peta politik now, Minggu 3/12. (foto: dok)
Pengamat Politik Fisip Unand Padang Ilham Azre mengatakan manuver PAN di awal Desember bukti jelinya PAN membaca peta politik now, Minggu 3/12. (foto: dok)

Padang,—Pasca tercapainya kesepakatan koalisi PAN-PKS dengan mengusung pasangan calon Mahyeldi Ansyarullah (walikota saat ini) dengan Hendri Septa Ketua DPD PAN Kota Padang sebagai calon wakil walikota (cawawako) pada Pilkada Padang 2018.

Bahkan bocoran deklarasi pasangan tersebut didapat media ini, PKS tanggal 6 Desember dan PAN pada 12 Desember.

“Kabarnya begitu tapi pastinya silahkan tanya ke PKS, soal SK ketua umum PAN dan Presiden PKS sudah di saku Hendri dan Pak Mahyeldi,”ujar Sekretaris DPW PAN Sumbar Taslim Chaniago, Minggu 3/12 dihubungi www.tribunsumbar.com.

Pertanyaan publik tentu kemana kapal Parpol pemenang Pemilu 2014 di Padang, Partai Gerindra setelah PAN-PKS bersepakat koalisi.

Menurut Pemerhati Politik Fisip Unand Padang, Ilham Azre, sangat mungkin Partai Gerindra mencalonkan sendiri.

“Tapi saya rasa sangat kecil Gerindra mencalonkan selain Andre Rosiade. Kecuali, Andre Rosiade dipaksakan oleh Gerindra maju dengan pasangan politisi muda tiga periode  DPRD Padang  Maidestal Hari Mahesa, peluang itu jelas ada, dan koalisi Gerindra-PPP bisa mengusung pasangan calon sendiri, memori Pasangan ASA akan bergeliat kembali,”ujar Ilham Azre diminta analisanya soal kemungkinan pasangan lain di Pilkada Padang selain Mahyeldi-Hendri Septa dan Emzalmi-Desri Ayunda.

Menyigi peluang Andre Rosiade menurut Azre, di Gerindra saat ini selain Andre Rosiade nyaris tidak ada yang elektabilitas mumpuni bersaing di Pilwako.

“Artinya, Partai Gerindra harus punya keberanian untuk itu, jangan hanya bergantung kepada koalisi dengan PKS atau mengusung calon yang sudah diusung PAN-PKS pula,”ujar Azre.

Sementara untuk Pilkada Kota Pariaman, Azre menyatakan PAN punya felling jitu dengan mengusung pasangan Genius Umar-Mardison dan berkoalisi dengan Partai Golkar.

“Terus terang fakta survey pasangan Genius Umar-Mardison punya elektabilitas tertinggi dibanding kandidat lain, tentu saja akan membuat Pilkada Pariaman semakin mudah ditebak kemana arah hasilnya,”uajr Azre.

Ditegaskan Azre, manuver PAN diawal Desember ini  membuktikan kejelian PAN membaca peta politik di kota Pariaman.

“Mengusung pasangan calon Genius Umar-Mardison bisa membuat Pilkada di Pariaman berjalan antiklimaks dan hambar,”ujar Azre.(wandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *