Pelanggaran Pemilu karena Warisan Turun-temurun

oleh -629 views
Akademisi UNP Eka Vidya di Bawaslu Pessel, ada apa? (foto: niko)

Painan,—Eka Vidya Putra, Akademisi UNP Fakultas Ilmu Sosial mengatakan penyebab setiap pelaksanaan Pemilu, pelanggaran masih terus terjadi dan berlanjut.

Menurut Eka pelanggaran masih terus terjadi karena pelanggaran diajarkan dan diwariskan dari generasi ke generasi melalui kelompok atau individu yang memiliki kepentingan dengan penyelenggaraan Pemilu itu sendiri.

“Dan terkadang, yang melakukan tidak merasa tidak melakukan pelanggaran” jelasnya selaku narasumber pada kegiatan rapat koordinasi tahapan pengawasan dalam Pileg dan Pilpres 2019 di Saga Murni Hotel, 3/3.

Katanya, apa yang dilakukan hari ini adalah bentuk pengulangan pelanggaran masa lalu.

Kemudian, masyarakat saat ini anomi, di mana suatu kondisi masyarakat kehilangan pegangan, karena tengah melewati masa transisi demokrasi.

“Transisi demokrasi merupakan fase coba-coba suatu hal baru dan pada sisi lain adanya kenangan masa lalu yang masih membekas (baik buruk maupun buruknya), maka prilaku akan mengarah pada lebel yang disematkan,”ujarnya.

Alasan lainnya kenapa pelanggaran Pemilu terjadi, sebut Eka bahwa prilaku seseorang sering dikaitkan dengan lebel yang diberikan orang lain dan acap kali politik dilebel buruk dibandingkan diberi lebel baik atau positif.

Selanjutnya, menyoal tentang kepastian hukum. Menurut Eka “Hukum itu berjalan efektif, jika tidak multitafsir.

“Multitafsir bisa karena hukum tersebut karet dan atau karena kenakalan orang dalam menerjemahkannya” tambahnya.

Dan sifat dalam penegakan hukum Pemilu menurut Eka, tidak boleh tebang pilih. Sebab aspek jera dalam hukum akan berjalan jika ada kepastian penegakan hukum tanpa pandang bulu.

Sementara, hukum yang tebang pilih akan berdampak pada keinginan untuk mencoba melanggarnya. Terakhir, sebut dia, bentuk sanksi harusnya tegas membawa jera.

“Tapi sanksi yang ringan akan mudah diabaikan, begitu juga dengan penghargaan, semakin besar penghargaan semakin ingin orang untuk mendapat pengharagaan itu,”ujarna.(niko).