Pelayanan Maksimal, Wabup Risnawanto Sidak 3 Puskesmas, Diinfokan Ada Obat Kadaluarsamood

oleh -68 views
Wabup. RisnaqantonSidak Puskesmas dilaporin ada obat kadaluarsa, Selasa 6/7-2021. (foto: dok/komonfo-pasbar)

Pasaman Barat, — Tidak mau ada keluhan masyarakat atas pelayanan yang baik dan maksimal yang menjadi visi dan misi Bupati-Wakil Bupati Pasaman  Barat, Risnawanto selalu konsen mengawasi tangan-tangan pemerintahannya.

Seperti Selasa 6/7-2021, Wakil Bupati Pasaman Barat melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa Puskesmas yang ada di Pasaman Barat.

Sidak Risnawanto untuk memastikan ketersediaan obat serta sarana dan prasarana lainnya yang ada di Puskesmas. Puskemas, Sidak Selasa itu Risnawanto menyasar  Puskemas Simpang Empat, Puskemas Ophir dan Puskemas Lembah Binuang.

Pada kesempatan tersebut, berdasarkan keterangan seorang tenaga medis di Puskemas Simpang Empat menjelaskan bahwa ketersediaan obat di puskesmas tersebut sudah menipis. Selain ketersediaan obat yang menipis, ada juga obat yang sudah kadaluarsa.

“Kami bersyukur telah dikunjungi oleh Wakil Bupati Pasaman Barat Bapak Risnawanto karena telah peduli dengan kondisi dan keadaan di Puskesmas. Kami memang mengalami kendala saat ini dalam pelayanan, terutama dalam ketersediaan obat-obatan,” ujar dr Yanti di hadapan Wakil bupati dan tim.

dr Yanti berharap  Dinkes Pasbar mendengarkan keluh kesah dari pelayanan kesehatan di Puskesmas tersebut. Karena pelayanan di Puskesmas langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat dan merasakan langsung apa yang dibutuhkan dan dikeluhkan oleh masyarakat.

Menanggapi itu, Risnawanto mengintruksikan kepala Dinas Kesehatan setempat untuk melaksanakan percepatan proses pengadaan obat bagi Puskesmas-Puskesmas di Pasaman Barat.

“Kepada Kepala Dinas Kesehatan kami minta agar memperhatikan hal ini. Karena obat tidak boleh habis di Puskesmas. Keberadaan obat itu sangat penting, jangan sampai terputus ketersediaan obat itu,”ujar Risnawanto.

Selain keberadaan obat di Puskesmas, kebersihan Puskemas juga penting untuk dijaga. Jika puskesmas kumuh atau kotor, jelas tidak memberikan contoh yang baik dan juga memberikan rasa tidak nyaman bagi masyarakat yang ingin berobat.

“Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) itu ya di sini. Jangan sampai Puskemas itu kotor, selokannya tersumbat. Selain itu, di Puskemas juga harus menerapkan protokol kesehatan covid-19,”ujar Risnawanto. (rilis kominfo/jonhar)