Pemasaran Aneka Kerupuk ke Pasar Tradisional

oleh -124 views
Kerupuk Buk Eni. (dok)

Oleh: Adhiya Hanif Annafi dan Ferdinal

Civitas Akademica Unand

BUK ENI  adalah seorang penjual aneka kerupuk yang beralamat di Cubadak, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman.

Dia dan Suaminya mulai membuka usaha kerupuk ini pada saat mereka baru menikah atau sudah kurang lebih 2 tahun. Mereka membuka usahanya dengan menyewa ruko di Kenagarian Cubadak khususnya di Desa Kepala Bandar dan membari nama usaha kerupuk mereka dengan nama Aneka Kerupuk Buk Eni.

Kerupuk yang dijual sangat beragam, misalnya : Kerupuk Kulit, Kerupuk Jengkol, Arai Pinang, Kerupuk Sanjai dan masih banyak jenis kerupuk lainnya. Mengenai proses produksi, kerupuk ini diproduksi dengan cara digorang di dapur/tempat menggoreng yang sudah disediakan dibelakang ruko tersebut. Bahan mentahnya di beli dari berbagai berbagai daerah seperti Payakumbuh, Bukit Tinggi dan dari daerah Pasaman itu sendiri.

Setelah beberapa bulan usaha kerupuk ini dimulai, Toko Aneka Kerupuk Buk Eni ramai akan Pembeli ada yang dari masyarakat sekitar yang membeli kerupuk untuk dijadikan cemilan, ada juga yang sedang dalam perjalanan singgah untuk membeli kerupuk untuk dijadikan cemilan di mobil.

“Vahkan ada juga perauntau dari Medan yang pulang kampung ke Pasaman dan membeli kerupuk Buk Eni untuk dibawa ke Medan sebagai buah tangan dari kampung halaman,” ujar Buk Eni

Seiring berjalan waktu datanglah Wabah Covid-19 ke Indonesia yang membuat kegiatan usaha banyak mengalami krisis. Begitu juga usaha yang dimiliki oleh Buk Eni, usaha kerupuk yang baru beberapa bulan mereka jalankan ini juga mengalami penurunan omset bahkan dalam sehari tidak ada jual beli.

Buk Eni dan Suaminya selaku pemilik usaha pun berpikir bagaimana agar usahanya terus berjalan, karna hanya ini satu satunya sumber penghasilan dalam keluarga mereka.

Akhirnya mereka pun memutuskan untuk mengubah strategi marketing meraka yang dulunya hanya menunggu bola, tetapi sekarang harus menjemput bola Kata Buk Eni, Mereka pun memasarkan produk mereka ke pasar-pasar tradisional.

Pertama Buk Eni melakukan riset pasar dengan melihat lokasi pasar tradisionalnya. Apakah terdapat banyak pesain menjual prudok yang sama atau bukan.

Kedua, Buk Eni melakukan riset harga pasar. Buk Eni melihat berapa harga yang terjangkau untuk memasarkan produknya, dan didapatilah perbedaan harga yang dulunya dijual dengan harga 10 ribu sekarang dijual dengan harga 5 ribu saja, tentunya dengan porsi yang lebih sedikit.

Setelah melakukan riset Buk Eni pun langsung memasarkan produknya ke pasar tradisional, tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Dia mendirikan tenda, memaparkan produknya dan pembeli pun ramai berdatangan.

Ajaibnya produk Buk Eni lebih laris dari para pesaingnya yang juga menjual produk kurang lebih sama dengan produk Buk Eni. Yang mana pada saat Buk Eni sibuk melayani pembeli, pesaingnya hanya melihat Buk Eni melayani pembeli yang saking banyaknya.

Kata Buk Eni ada rahasia dibalik ramainya pembeli tersebut. Pertama tentu untuk tidak lupa berdoa kepada yang maha kuasa untuk melancarkan usahanya. Kedua, menurutnya kepuasan pembeli itu adalah hal yang utama, jadi jangan bersikap judes, cuek apalagi kasar kepada pembeli. Dan yang ketiga, akrablah dengan pembeli dan jalin komunikasi yang baik.

Pertanyaannya, kenapa Buk Eni tidak memasarkan produknya secara online atau pesan antar ?

Menurut Buk Eni Strategi pemasaran secara online kurang cocok dengan usahanya, karena jika dipromosikan secara online akan menambah biaya untuk mengantarkan pesanan pembeli tersebut, hal inilah yang dinilai Buk Eni kurang efektif karena bisa saja biaya untuk mengantar prudok itu mencapai setengah dari harga produknya.

Dengan dipilihnya Strategi Pemasaran Aneka Kerupuk ke Pasar Tradisional tadi berhasil membuat usaha keluar dari kendala atau tantangan yang di hadapi Buk Eni dalam menjalankan usahanya.

“Setiap usaha tidak akan berjalan sesuai dengan yang di harapkan, akan ada kendala yang dihadapi. Namun kita perlu strategi yang membuat kita beradaptasi untuk menghadapi masalah tersebut,”ujar Buk Eni saat menutup pembicaraan.(analisa)