Pemkab akan Terbitkan Buku Sejarah Pemekaran Solok Selatan

oleh -107 views
Tekad Bupati Khairunas bukukan sejarah pemerkaran Kabupaten Solok Selatan. Gamaean Fauzi tokoh penting mekarnya Solok menjadi Solok Selatan.(kampai)

Padang Aro – Kabupaten Solok Selatan akan segera berusia 19 tahun pada 7 Januari 2023 mendatang. Kendati sudah memasuki usia ini, sejarah berdirinya kabupaten ini masih belum banyak diketahui masyarakat, khususnya generasi penerus daerah.

Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan proses pendirian kabupaten ini memakan waktu yang sangat panjang. Banyak tokoh yang terlibat dalam proses pemekaran hingga akhirnya Solok Selatan bisa berdiri seperti saat ini.

“Bagi kami penulisan sejarah pemekaran ini adalah tonggak penting untuk menggugah semua pihak, bahwa keberadaan Solok Selatan bukanlah hal yang serta merta. Tetapi merupakan proses panjang yang dilakoni oleh banyak tokoh yang sebagian sudah tidak bersama kita lagi,” kata Khairunas dalam pembukaan Seminar Sejarah Perjuangan Pemekaran Kabupaten Solok  Selatan 1999-2004, di Aula Sarantau Sasurambi, Rabu 7/12-2022.

Bupati mengungkapkan, di awal berdiri pada 2004 silam kabupaten ini terdiri dari lima kecamatan dan mendapatkan bantuan Rp 80 miliar dan beberapa kendaraan dinas. Saat itu jumlah penduduknya sebanyak 131 ribu jiwa dengan jumlah pegawai 400 orang.

Sarana kesehatan terdiri dari satu rumah Sakit dan lima puskesmas, sarana pendidikan hanya  127 SD, 10 SLTP, dan lima SLTA. Kondisi saat itu belum memiliki instansi vertikal dan unsur Forkopimda. Dari sisi pertumbuhan ekonomi investasi, uang yang beredar di Solok Selatan hanya sekitar ratusan miliar.

Seiring dengan terus berkembangnya kabupaten ini, kondisi terkini terus mengalami perkembangan. Kabupaten ini sudah terdiri dari tujuh kecamatan dengan jumlah penduduk 182 ribu jiwa. Sudah terdapat instasi vertikal dan unsur Forkopimda, OPD pemerintah kabaupaten.

Di sektor kesehatan terdapat dua rumah sakit, delapan puskesmas. Sedangkan di sektor pendidikan memiliki 137 SD, 35 SLTP, 17 SLTA dan dua perguruan tinggi.

Solok Selatan pun sudah mengelola APBD senilai Rp 900 miliar dan nilai investasi di kabupaten ini mencapai Rp 7 triliun.

“Sehingga pada saat ini Kabupaten Solok Selatan merupakan salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera Barat,”imbuh Khairunas.

Namun demikian, sejarah berdirinya kabupaten ini yang akan ditulis dalam bentuk sebuah buku dinilai masih belum sempurna dan sangat butuh masukan dari tokoh-tokoh yang berperan dalam pendiriannya.

Salah satu tokoh yang berperan penting dalam berdirinya kabupaten ini adalah Gamawan Fauzi, yang saat itu menjabat sebagai Bupati Solok. Gamawan mencatat tonggak sejarah untuk memberikan restu pemekaran dan menandatangani surat pemekaran pada 25 Juni 2003.

“Sejarah hingga terwujudnya pemekaran Kabupaten Solok Selatan itu lah yang saat ini ingin kami susun menjadi sebuah buku. Dan kami yakin Bapak akan menguraikan secara tuntas dan jelas tentang proses, dinamika dan tantangan yang dihadapi, hingga Kabupaten Solok Selatan, dengan ibukota Padang Aro, resmi berdiri pada tanggal 7 Januari 2004,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Khairunas juga menerima langsung dokumen asli pemekaran dari salah seorang tokoh pemekaran, H. Syukrial Syukur.

Syukrial mengungkapkan dokumen tersebut telah dijaganya sejak lama dengan baik. Dia mendapatkan pesan dari Prof. Armen Mochtar bahwa dokumen tersebut baru bisa diserahkan jika sudah ada pemimpin Solok Selatan yang memiliki dan merealisasikan niatnya untuk mencatatkan sejarah berdirinya kabupaten ini.

“Ini kami susun di aula IAIN Imam Bonjol, Padang. Terdiri dari dua buku, yang satu album dimana Bapak Gamawan Fauzi bersalaman dengan Ketua DPRD Kabupaten Solok resmi menetapkan pemekaran Kabupaten Solok Selatan,” ungkapnya.

Adapun penulisan buku ini bekerja sama dengan tim dari Lembaga Humaniora Universitas Andalas yang telah bersedia menelusuri dan mencatat sejarah pemekaran Solok Selatan. Penulisan ini juga melibatkan tokoh-tokoh yang saat itu terlibat aktif dalam  pemekaran Solok Selatan.

Guna mengumpulkan informasi yaang seluas-luasnya mengenai sejarah pemekaran, seminar ini turut menghadirkan tokoh-tokoh tersebut, seperti keluarga dari Alm Musril Kusai, Samsir Pane, H. Syukrial Syukur, Noviar Dt. Rajo Endah, dan tokoh-tokoh daerah lainnya. (kampai)