Pemkab Solok Selatan Bina 77 Orang Guru Tahfidz

oleh -722 views
oleh
722 views
77 guru Tahfidz dibina Pemkab Solok Selatan, Senin 29/1-2024. (kampai)

Solok Selatan- Berdasarkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan yang tercantum dalam misi utama yaitu untuk Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia yang berkarakter, produktif dan kompotitif.

Itu tertuang pada Peraturan Bupati Solok Selatan nomor 20 Tahun 2022, jadi perlunya pembinaan kepada seluruh guru-guru tahfidz satu jorong satu rumah tahfidz di Solok Selatan.

Angkatan pertama kegiatan ini diikuti 77 orang guru tahfidz yang berasal dari Kecamatan Sangir dan Kecamatan Pauh Duo.

“Materi Pembinaan disesuaikan dengan Perbup nomor 20 Tahun 2022 yaitu, Tahfidz Qur’an, Tahsin Qur’an dan Fiqih ibadah mencakup Ibadah sholat Fardu, sholat Jenazah, azan dan sejarah islam, aqidah akhlaq dan bahasa arab dasar untuk mempermudah memahami isi kandungan AlQur’an terutama arti surah-surah pendek.”ujar Kabag Kesra Solok Selatan, Maha Doloq selaku ketua panitia pelaksana kegiatan di Hotel Pesona Alam Sangit, Senin 29/1-2024.

Selanjutnya Maha Dolog menjelaskan keadaan terkini rumah Tahfidz Solok Selatan bahwa rumah tahfidz yang aktif berjuang adalah sebanyak 262 Jorong dengan jumlah murid minimal 17 orang per rumah tahfidz.

“Jadi murid tahfidz yang tersebar di Solok Selatan sebanyak 4.454 orang murid,”ujar Maha Doloq.

Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan guru tahfidz merupakan sosok yang berjasa bagi Solok Selatan. Oleh sebab itu, pemerintah memperhatikan dengan memberikan pendalaman ilmu secara rutin setiap tahunnya.

Untuk itu Bupati mengajak seluruh guru ini untuk terus melanjutkan perjuangan bersama membangun Solok Selatan sesuai dengan bidang masing-masing.

Khairunas menyampaikan bahwa ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi para guru Tahfidz Quran yang mendukung program unggulan pemerintah daerah yaitu Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz Quran..

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda mengatakan keberadaan rumah tahfidz ini menjadi elemen penting dalam pembangunan. Pasalnya, tak hanya mendidik generasi penghafal Al-quran saja, namun juga generasi yang menjalankan kehidupan sesuai dengan syariat islam.

“Rumah tahfidz ini harus menjadi program yang menarik bagi anak-anak. Pemerintah juga berusaha terus untuk memberikan ruang bagi anak-anak ini,” ungkapnya.

Zigo menekankan bahwa pendidikan karakter melalui rumah tahfidz ini ke depannya akan menentukan masa depan bangsa. Sehingga tak hanya dengan pendidikan formal, namun juga dibekali dengan ilmu agama islam. (kampai)