Pendampingan Gerakan Kampung Ramah Anak

oleh -156 views
Tim PSGA terdiri Ibu Wirdanengsih,Ibu Armida, dan Ibu Mega Iswary dari Pusat kajian gender dan perlindungan anak UNP.(doc.wirda)

Oleh: Wirdanengsih, Dosen FIS UNP

Pusat Kajian Gender dan Perlindungan Anak

PSGA UNP mengadakan pelatihan kecakapan bagaimana membangun komunikasi anak dalam keluarga, tanggal 18 Agustus 2020 dan dilanjutkan dengan melakukan pendampingan agar cita cita dan visi daerah Pariaman dengan kampung kampungnya yang ramah anak . Pendampingaan dilakukan pada Selasa 24 November 2020 di kecamatan Pariaman utara. Tim ini terdiri Ibu Wirdanengsih,Ibu Armida, dan Ibu Mega Iswary dari Pusat kajian gender dan perlindungan anak UNP.

Adapun pemikiran pemikiran dalam gerakan kampung ramah anak ini adalah Kampung yang dikembangkan tidak hanya mengembangkan kebutuhan fisik, ekonomi anggota masyarakat namun memiliki fungsi sosial dan fungsi moral dan fungsi kultural dalam pengembangan anak anak di kampong tersebut
Kampung memiliki fungsi sosial dan pendidikan anak anak di sekitarnya, tempat yang strategis dalam menjawab persoalan anak bangsa.. Kampung tempat pengajaran dan pendidikan anak, tapi juga menjadi tempat sahabat anak, harus dekat dengan anak-anak, ada keramahan kepada anak,
Gerakan kampong ramah anak, gerakan yang perlu di kembangkan dan ditingkatkan lagi. Menganjurkan orang tua, kakek nenek untuk menjadikan kampung mereka sebagai kampung yang mampu mengembangkan anak anak sesuai dengan dunia anak. Kampung juga diberdayakan menjadi tempat altenatif dalam memenuhi hak dasar anak terutama mendapat pendidikandan informasi yang baik dalam artian,
Kampung ramah anak dapat menjadi pusat pembangunan karakter untuk anak-anak. Ini terkait dengan upaya menjawab permasalahan dan ancaman terhadap perlindungan anak. Disinilah letak nilai strategis kampong ramah anak dalam menjawab permasalahan kontemporer bangsa, khususnya ancaman terhadap perlindungan anak.
Gerakan kampung ramah anak hendaknya memiliki perspektif akan pemenuhan hak dasar anak perlu dilakukan, selain harus ada upaya untuk menjadikan kampong ramah anak sebagai sahabat anak .dan memang penting mendesain kampong ramah anak menjadi pusat kegiatan anak -anak dengan segala prilakunya agar kampong menjadi friendly untuk kebahagiaan anak-anak. Dalam hal ini anak-anak juga dididik untuk menjadi orang yang menjaga ketenangan kampung, kebersihan kampung dan lain lain. Pendidikan cinta ketenangan dan kebersihan mejadi dillakukan secara edukatif dan persuasif kepada anak sehingga anak memahami hak, kewajiban dan tanggung jawab diri tanpa harus menjauhkan diri mereka dengan komunitas kampung. Selain itu juga melakukan kegiatan yang sesuai dengan dunianya anak anak seperti kegiatan aktraktif, lomba edukatif anak serta perpustakaan bacaan anak. Pelatihan meningkatan keterampilan hidup seperti publik speaking itu juga bisa mejadi bagian dari pembangunan karakter anak.
Kampong ramah anak tidak hanya di pandang memiliki fungsi sebagai tempat hidup semata namun memiliki fungsi fungsi lain terutama fungsi pendidikan dan pengajaran anak anak, kampong adalah tempat proses internalisasi nilai sosial budaya dan keagamaan dan menjadi tempat yang ramah dengan anak anak. Untuk itu kampong tidak hanya tempat berinteraksi social , namun juga tempat bermain dengan beragam permainan dan alat permainan dengan teman sebaya. Ini dapat dilakukan di kampung sehingga dapat memberikan nilai positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kampung dengan segenap warganya hendaknya mampu menciptakan suasana yang menyenangkan dalam rangka menginternalisasikan nilai nilai keagamaan dan nilai sosial secara intensif .
Program revitalisasi fungsi fasilitas umum yang ramah anak ini adalah salah satunya dengan mendirikan tempat dan aktivitas berbasis ramah anak sehingga diharapkan ke depan anak mendapatkan pengajaran, pendidikan dan pengalaman keagamaan secara lebih praktis dan menyenangkan sehingga terwujud gerkan kembali fungsi kampong sebagai pusat kegiatan ramah anak. dan ini akan menekan angka kenakalan anak anak dan bisa menjauhkan anak dari “trend gadget” yang mulai merusak anak.
Jadi gerakan kampong ramah anak, kampung dekat dengan anak dengan pola pendidikan yang edukatif akan dapat memberi perlindungan kepada anak, adapun aksi kekerasan seksual atau kekerasan lainnya kepada anak yang kian marak akhir akhir ini dapat di minimalisir dan dikurangi. (**)