Pengabdian Masyarakat UMSB Bina Petani Ubi Kayu Nagari Durian Gadang

oleh -306 views
Pengabdian masyarakat UMSB supervisi masyarakat petani ubi kayu di Durian Gadang Limapuluh Kota, Senin 8/7 (foto: dok/umsb)

Limapuluh Kota –Dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) melakukan program pengabdian masyarakat di Nagari Durian Gadang Kecamatan Akabiluru Kabupaten Limapuluh Kota dengan mendampingi petani ubi kayu setempat tentang bertanam yang baik.

Program kerjasama dengan Kemenristekdikti itu diketuai dosen Fakultas Pertanian Husnarti, anggota Fitri Ekawati, Sevindrajuta dan melibatkan mahasiswa sebanyak 5 orang. Tim ini menyupervisi Kelompok Tani Maju Jaya di Nagari Durian Gadang tersebut.

Menurut Husnarti, Senin 8/7 kemarin, petani ubi kayu yang banyak terdapat di Kabupaten Limapuluh Kota, khususnya di Nagari Durian Gadang, harus diberikan sentuhan lain dari yang selama ini mereka lakukan terutama dalam mengatasi penyakit busuk umbi pada ubi kayu sehingga menyebabkan ubi kayu mati sejak mulai umur 3 bulan.

“Untuk menekan penyakit umbi busuk, dilakukan penanaman dengan menggunakan pupuk kompos dan jamur Trichoderma, yang mampu menekan jamur penyebab busuk umbi,”sebutnya.

Sentuhan ini diberikan, lanjutnya, agar produksi bisa meningkat sehingga dapat menstabilkan pasokan ubi kayu. Saat petani mengalami kegagalan produksi, kadang industri mendatangkan ubi kayu dari daerah Riau.

Ubi kayu yang dihasilkan oleh petani, merupakan bahan baku bagi industri kerupuk ubi dan aneka olahan lainnya, untuk dijadikan buah tangan, atau oleh-oleh, yang banyak dijual di sepanjang jalan Bukittinggi ke Kelok 9 Kabupaten Limapuluh Kota.

Selain mendampingi petani dalam budidaya ubi kayu pengabdian ini juga memberikan pencerahan kepada petani tentang manajemen rantai pasok sehingga nanti diharapkan ada sinergi antara petani dan industri sehingga pasokan ubi kayu dapat stabil, sehingga petani dan industri sama-sama diuntungkan.

Berangkat dari itulah, Fakultas Pertanian UMSB yang kampusnya ada di Payakumbuh, memiliki kepedulian terhadap masalah petani ubi kayu.

“Mudah-mudahan dari kerja ini, didapatkan hasil yang maksimal, sehingga keluhan petani dapat teratasi,” pungkas Husnarti. (rilis: umsb)