Penggiat Wisata Puncak Lawang Antusias Adaptasi Panduan CHSE Kemenparekraf

oleh -196 views
Kadis Pariwisata Agam Syatria bersama Owner Puncak Lawang Zola Pandu, Rabu (3/3/21). (doc/own)

Agam,—Puncak lawang merupakan tempat wisata dengan ketinggian 1260 Mdpl , tempat ini bagaikan negeri di atas awan yang bisa melihat 6 gunung sekaligus dari satu spot yaitu gunung Talamau, Bungsu, Sago, Marapi, Singgalang, Tandikek.

Suasana tambah eksotik dengan adanya kabut di antara pohon pinus yang menjulang tinggi. Banyak spot spot foto menarik yang bisa dinikmati pengunjung.

Salah satu ciri khas minuman di sini adalah tebu lawang. Minuman beraroma manis di tambah jeruk purut menambah rasa unik rasa minumannya.

Zola Pandu Owner Puncak Lawang mengatakan cukup memaklumi kondisi saat ini menyebabkan menurunnya pengunjung dan omset puncak lawang namun pihaknya tetap antusias menjalankan bisnisnya dengan menerapkan beberapa trik agar tetap aman dikunjungi

“Saat ini kita menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan kemenkes , mengatur trip rombongan supaya tidak datang bersamaan dan memperpanjang jam kunjungan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Zola kepada tim Perjalanan Insentif¬† Sosialisasj CHSE difasilitasi Kemenparekraf, Rabu 3/3-2021.

Namun Zola akui istilah CHSE masih asing meskipun istilah wisata MICE sudah lama ia tahu.

“Memang istilah CHSE baru di dengar karena memang belum ada sosialisasi secara resmi yang kita dapat disini, namun secara garis besar penerapan CHSE sudah kita terapkan disini,”sambung Zola.

Zola berharap pemerintah tidak mengambil kebijakan yang merugikan pelaku wisata seperti menutup area wisata dengan waktu tertentu karena dapat menyebabkan merosotnya omset wisata

Kepala Dinas Pariwisata Agam Syatria, menerangkan bahwa pihak pemerintah maupun stackeholder wisata MICE sangat mengapresiasi panduan yang dikeluarkan Kemenparekraf yaitu panduan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan atau Cleanliness, Health, Safety, Environmental sustainability (CHSE) yang sangat membantu penggiat wisata dalam menjalankan bisnisnya.

“Ada dua solusi yang diharapkan dalam penerapan CHSE ini antara lain untuk melindungi lingkungan sendiri seperti karyawannya dan meraih kepercayaan pengunjung terhadap jaminan bebas covid-19” ujar Syatria. (mona)