Penting Peran Pers pada Investasi Desa, Kemendes Gelar FGD

oleh
Febby dihadapan FGD Kemendes PDTT dengan pers tekankan di era Presiden Jokowi total dana desa Rp 259,98 triliun, Kamis 13/12 di Novotel Bukittinggi (foto: wanteha)

Bukittinggi,—Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) gelar Focus Group Discussion (FGD) Bersatu Bangun Bangsa yang bertemakan “Peran Media Dalam Meningkatkan Investasi Didesa dan Kawasan Perdesaan” di Hotel Novotel, Kamis 13/12.

FGD dihadiri  puluhan wartawan Se-Sumatera Barat dangan mendatangkan dua narasumber yaitu wartawan senior dari Harian Rakyat Sumbar Firdaus Abie dan Praktisi Sosial Pinto Janir.

Staf Khusus Kementerian PDTT, Febby Dt Bangso dalam sambutannya memaparkan bagaimana seharusnya peran wartawan dalam membangun dan membatu pemerintah dalam pembangunan melalui berita dan berterima kasih atas peran wartawan yang telah membantu dalam pemberitaan.

“Desa di saat ini di masa kepemimpinan Presiden Jokowi sudah mendapatkan manfaat dana desa yang begitu besar di seluruh Indonesia,”ujar Febby.

Dibandingkan dari tahun ke tahun dana untuk desa terus meningkat, di zaman pemerintahan Presiden Jokowi tahun 2015 dana desa sebesar Rp 23 triliun pada tahun 2016 naik Rp 46.98 triliun, 2017 ditingkatkan menjadi Rp 60 triliun dan di tahun 2018 tetap sebesar Rp 60 triliun.

“Sedangkan untuk tahun 2019 pemerintah merencanakan akan menaikkan mencapai Rp 70 triliun, sehingga totalnya menjadi Rp. 259,98 triliun,”ujar Febby.

Tentunya sangatlah menguntungkan bagi desa-desa yang ada di Indonesia kata Febby, adanya dana desa dari pemerintah tersebut.

Sementara Sumatera Barat sendiri, desa yang di sebut nagari hanya mendapatkan sebagian kecil saja.

“Dari keseluruhan dana yang masuk ke Sumbar tersebut, Rp 35 persennya dana desa itu dialirkan ke daerah pesisir selatan,”ujar Febby.

Wartawan Senior Firdaus Abie di kesempatan juga menambahkan, peran media sangat lah menentukan dalam membantu kinerja pemerintah dalam pembangunan.

“Dalam hal ini media lokal digunakan dan diajak kerjasama oleh PDTT sebagai mitra dalam pemberitaan,”ujarnya.

Sedangkan narasumber Pinto Janir hanya menekankan pada wartawan teruslah menulis yang menginspirasi buat banyak orang lalu sedikit berpuisi.

“Jangan letakan wartawan di sebelah kiri letakan dia di sebelah kanan, kalau kau memusuhi dia dirimu akan hancur,”ujar Pinto di puisinya.( wanteha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *