Perguruan Tuduang Bangkeh Ajak Wisatawan Belanda Naik Bendi

oleh
Ketua Yayasan Sumatera Volunter, Husen dan Ketua Perguruan Silat Tuduang Bangkeh, Mustafa Akmal Datuak Sidi Ali foto bersama dengan wisatawan Belanda dan Amerika di Perguruan Silat Tuduang Bangkeh, Batipuah.(foto: fantau)

Batusangkar, — Perguruan Silat Tuduang Bangkeh Batipuah Tanah Datar menyambut dan mengajak wisatawan dari Belanda dengan naik bendi sebagai upaya memperkenalkan keindahan alam yang ada di sekitar lokasi perguruan.

Ketua Yayasan Sumatera Volunter, Husen di Batipuah, Senin 29/10 menyampaikan dia membawa enam orang wisatawan yang menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Belanda dan Amerika untuk bersilaturahmi dengan Perguruan Silat Tuduang Bangkeh.

“Kita selama ini sangat terkesan dengan upaya Perguruan Taduang Bangkeh dalam melestarikan budaya pencak silat sebagai tradisi anak nagari apalagi saat ini sudah dikembangkan ke sekolah-sekolah,” kata Hosen.

Ia menyebutkan para wisatawan ini sangat gembira diajak keliling nagari melihat keindahan alam dengan naik bendi.

Mereka juga memberikan aspresiasi telah disambut dengan kesenian Tari Pasambahan dan pertunjukan pencak silat dari siswa siswi SMP Negeri 4 Tanjung Kecamatan X koto, sekaligus melaksanakan temu ramah dengan Kepala Sekolah, Yanuar bersama para guru.

Di sisi lain para siswa juga memanfaatkan tamu dari Belanda dan Amerika tersebut untuk praktek berbahasa Inggris. Mereka cukup antusias belajar sambil bermain, guna mendalami kemampuan dan memotivasi para murid belajar Bahasa Inggris.

Sementara itu, Ketua Perguruan Silat Tuduang Bangkeh, Mustafa Akmal Datuak Sidi Ali yang sering diundang ke Malaysia dan Kelantan membawa anak anak ikut Festival silat tersebut juga menyampaikan aspresiasi atas kedatangan ketua Yayasan Sumatera Volenteer dengan membawa tamu dari Belanda dan Amerika.

“Kunjungan ini kita manfaatkan untuk anak-anak silat bisa belajar praktek Bahasa Inggris dan sekaligus memperkenalkan kepada tamu dalam upaya melestarikan program silat masuk ke sekolah,” katanya.

Disamping itu, mereka juga diperkenalkan dengan transportasi tradisional seperti bendi dengan kusir bendi memakai pakaian silat Perguruan Tuduang Bangkeh.

“Bendi merupakan kendaraan tradisional Minangkabau. Kini keberadaannya sudah hampir punah. Di daerah Padang Panjang dan Batipuah saja, dahulu tercatat lebih dari 350 unit. Kini tinggal enam saja. Kita ingin melestarikan bendi lewat iven-iven wisata tradisional seperti ini,” katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Presiden Silat Minang David Suhu, Wal Jjorong Ladang Laweh Arif Rahman, serta sejumlah pencinta silat tradisional di Batipuah Baruah.

Dua mahasiswa Univesritas Hanze Gronigen Amsterdam Belanda, Ruben dan Meggie menyampaikan rasa senang dan bangganya karena mereka disambut dengan tradisi Minang dan naik bendi keliling Nagari Ladang Laweh dan ini menjadi pengalaman pertama mereka. (fantau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *