Peringatan HGN, Sutan Riska Sampaikan Amanat Mendikbudristek

oleh -997 views
oleh
997 views
Selfie Sutan Riska bersama guru pada HGN, Sabtu 25/11-2023. (minfo-dms)

Dharmasraya – Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan membacakan amanat Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Nadiem Makarim, pada Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke 78 tahun 2023, di Sport Center pada hari Sabtu, 25/11-23.

Acara dihadiri oleh Pimpinan DPRD Dharmasraya, Pariyanto, Forkopimda Dharmasraya, Ketua Pengadilan Negeri Pulau Punjung, Ketua Pengadilan Agama Pulau Punjung, Danyon C Brimob Dharmasraya, Sekda, Staf Ahli Bupati, Para Asisten, Kepala Perangkat Daerah dan Kabag dilingkup Setda Dharmasraya, Kakan Kemenag Dharmasraya, Kepala Instansi Vertikal Se-Kabupaten Dharmasraya, Ketua MUI Dharmasraya, Ketua BAZNAS Dharmasraya dan seluruh Pengurus PGRI Kabupaten Dharmasraya beserta Seluruh Majelis Guru.

“Tahun ini mungkin menjadi tahun terakhir saya merayakan Hari Guru Nasional sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Hal ini membuat saya merasa sedih, karena saya pasti akan rindu bertemu dengan Ibu dan Bapak semua. Tapi di balik itu, tersimpan rasa yakin dan optimis yang sangat kuat dalam benak saya,” kata Menteri disampaikan oleh Bupati Dharmasraya.

Katanya lagi, ia yakin bahwa Ibu dan Bapak guru sebagai nakhoda tidak mau membalikkan lagi arah dari kapal Merdeka Belajar. Saya optimis bahwa semua pendidik di seluruh Indonesia masih akan terus bergerak mewujudkan Merdeka Belajar. Keyakinan ini tumbuh dari hal-hal yang berhasil kita capai bersama dalam empat tahun terakhir.

“Pada tahun pertama Merdeka Belajar, kita menghapus Ujian Nasional dan memberi kepercayaan kepada guru untuk menilai hasil belajar muridnya. Kita menerapkan Asesmen Nasional agar kita semua berfokus menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan. Lingkungan belajar yang menumbuhkan kemampuan literasi dan numerasi serta karakter murid,” jelasnya.

Lalu di tahun berikutnya, kita meluncurkan Kurikulum Merdeka. Jika Asesmen Nasional mengukur tujuan perubahan, Kurikulum Merdeka memberikan petunjuk jalan mencapai tujuan itu. Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang ditunggu-tunggu para guru, karena tidak hanya meringankan beban murid berkat pengurangan pada jumlah materi, dan penekanan pada pemahaman yang mendalam, tetapi juga memerdekakan guru untuk mengolah kreativitasnya dan berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan sesuai kebutuhan murid.

Ruang untuk belajar dan berbagi di antara sesama guru juga kini semakin luas dengan adanya platform Merdeka Mengajar. Jutaan guru di seluruh Indonesia sekarang saling terhubung, saling belajar, dan menginspirasi satu sama lain dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.

Selanjutnya, terobosan besar kita hadirkan dengan meluncurkan Pendidikan Guru Penggerak. Program ini berbeda dari pelatihan guru yang sudah ada sebelumnya, karena tujuannya untuk mendorong lahirnya generasi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang mampu memimpin perubahan nyata.

“Terakhir, yang juga sangat membahagiakan adalah kita sudah semakin dekat untuk mencapai target satu juta guru ASN PPPK guna memenuhi kebutuhan guru, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan para pendidik. Semua ini membuat saya percaya bahwa Hari Guru Nasional tahun ini bukanlah salam perpisahan. Sebaliknya, peringatan Hari Guru Nasional tahun ini adalah penanda kesatuan tekad kita untuk mengakselerasi kemajuan sistem pendidikan Indonesia. Oleh karena itu, mari kita rayakan hari ini dengan semangat untuk terus melaju ke depan, dengan derap langkah serentak melanjutkan gerakan Merdeka Belajar,” pungkasnya.

Pada akhir kegiatan, dilaksanakan beberapa atraksi tari, dan Sutan Riska juga menyempatkan diri membaur dan menyapa ribuan guru yang mengikuti peringatan HGN ke 78 ini (yan)