Pessel Ditungkup Kabut Asap, Siswa Bagikan Masker

oleh -114 views
Siswa di Pessel.bagikan masker antisipasi memburuknya kualitas udara akibat serangan kabut asap, Rabu 18/9 (foto: dok/nico)

Painan,—Imbas penbakaran hutan dan lahan berbagai daerah di Sumatera dan Kalimantam diserang kabut asap.

Painan, Pesisir Selatan pun ditungkup kabut asap, meski kualitas udara belum bahaya, untuk antisipasi dan peduli kesehatan, sejumlah siswa di Kabupaten Pesisir Selatan tergabung dalam Palang Merah Indonesia (PMI) pun bergerak membagikan masker kepada masyarakat dan pengendara.

Pembagian masker dilakukan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar tersebut adalah suatu upaya untuk mencegah masyarakat setempat agar tidak terkena penyakit saluran nafas sebagai akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Riau dan Jambi yang merambah ke sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Barat.

Terlihat, siswa SMKN 1 Sutera membagikan ratusan masker kepada pengendara yang melintas di jalan lintas Sumatera, Painan-Bengkulu KM 36 Teratak sutera, Rabu, 18/9.

Rahma (30) salah seorang guru serta utusan dari PMI Pesisir Selatan mengatakan kegiatan bagi-bagi masker oleh siswa merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Katanya, sekitar 200 masker sengaja dibagikan kepada masyarakat untuk pencegahan awal agar warga waspada dan memakai masker ketika berkendara dan keluar rumah.

“Selain masyarakat pengendara, siswa SMKN 1 Sutera juga ikut memakai masker. Kita bagi-bagi masker gratis ini sebelum jam belajar, mulai dari pukul 06.30 hingga masuk jam belajar”ujarnya.

Lanjutnya, inisiatif bagi-bagi masker adalah upaya kepedulian terhadap kesehatan masayarakat mengingat potensi kabut asap yang bisa merambah hingga ke pelosok daerah.

Sementara itu, Kepala SMK N 1 Sutera, Lili Syuriati memberikan apresiasi atas aksi kepedulian manusia yang dilakukan oleh peserta didiknya.

Sebab, kondisi udara akibat kabut asap kiriman dari provinsi tetangga itu, kurang baik dan dapat berdampak pada kesehatan.

“Kita juga menyarankan agar siswa menggunakan masker di pagi hari dan tidak berkegiatan diluar rungan,” ujarnya.

Diketahui, di Sumbar, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya telah meliburkan aktivitas sekolah, akibat kualitas udara yang bisa membahayakan anak-anak. Aktivitas belajar dan mengajar dihentikan mulai dari Selasa, 17/9 hingga Kamis 19/9.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska kepada wartawan mengatakan langkah meliburkan aktivitas sekolah itu dilakukan untuk mengantisipasi kasus ISPA akibat memburuknya cuaca yang dipicu kabut asap.(nico)