Petani Penting Saat Pemilu, Setelah Itu Entahlah

oleh
Ups, dua tokoh petani Sumbar beda generasi bersua, Ir Djoni (baju hitam) dan Nurkhalis (baju putih) bicarakan Rumah Petani untuk Rang Tani Sumbar, Kamis 3/1 di Dangau Inspirasi (foto: gempita)

Padang,—Sentilan keras diungkap tokoh petani Sumbar Ir Djoni, terkait tahun politik 2019, di mana kaum petani lebih banyak dininabobokan oleh janji palsu, saat politisi itu terpilih, faktanya banyak yang alpha janji.

Tapi kini, kaum petani di Sumbar sudah cerdas memaknai suara yang mereka miliki di Pemilu, mereka, kata Djoni tidak mudah lagi diiming-imingi oleh rayuan maut sang politisi.

“Maaf saja, untuk Pemilu 2019 petani pemilik suara sudah tidak mempan lagi kena rayuan gombal, mereka pasti memilih sosok yang betul-betul terbukti dan teruji berbuat untuk petani,”ujar Ir Djoni di Dangau Inspirasi, Kamis 3/1.

Ir Djoni dulu merupakan Kepala Dinas Pertanian Sumbar mengatakan itu dihadapan tokoh petani muda yang kini menjadi Kordinator Wilayah Gempita Sumbar dan tercatat sebagai Calon DPD RI, Nurkhalis.

“Nurkhalis harus mendeclearkan diri bahwa dia itu petani, Khalis itu siap pasang badan dan fighter membela kepentingan petani Sumbar, kapan perlu buat janji kepada petani, dengan begitu kaum tani pemilik suara bisa diyakini,”ujar Ir Djoni.

Banyak harapan petani lupa direalisasikan politisi saat terpilih menjadi anggota DPR RI atau DPRD termasuk kepala daerah terpilih.

“Bukti konkrit mana ada di Sumbar ini, baik provinsi, kota dan kabupaten Perda Perlindungan Petani padahal UU-nya ada, kalau politisi dan kepala daerah terpilih mau, sebentar buat Perda karena acuan jelas UU 19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani,”ujar Djoni.

Nurkhalis harus berani perang untuk petani, Nurkhalis kata Ir Djoni harus menjadi gandang tasa-nya petani Sumbar.

“Dan memang senator dalam peta politik negara ini masih aksesoris, tapi Nurkhalis jika dipilih petani jangan beralasan itu, tapi gunakan power sebagai senator untuk memperjuangkan dan melindungi petani itu yang utama,”ujarnya.

Nurkhalis hadir ke Dangau Inspirasi sebagai bentuk kesantunan selagi petani muda kepada petani tua yang terbilang tokoh kaum tani di Sumbar.

Ambo nan ketek pai baraja, pai minta nasehaik, pai kamari (saya yang kecil kesini belajar, pergi ke sini minta nasehat, pergi ke sini) untuk bersama uda menjayakan dan mensejahterakan petani Sumbar secara nyata tidak maya,”ujar Nurkhalis.

Dan itu kata Nurkhalis, putera asli Limapuluh Kota ini tidak menunggu terpilih, dia memastikan segera mendirikan Rumah Petani.

“Rumah Petani itu fungsinya tempat mengadu dan berberita terkait problematika petani di Sumbar termasuk advokasi petani, dan Rumah Petani nantinya beroperasi berbasiskan informasi teknologi, seperti website pengaduan masalah pertanian,”ujar Nirkhalis.

Rumah Petani juga kata Khalis menjadi wadah untuk pengaduan petani dalam menjalankan UU tentang petani di negara ini.

“Segera bangun dan operasikan Rumah Petani, dan harus menjadi tempat petani mengadu, termasuk soal hukum yang dihadapi kelompok tani, UU juga memberi garansi gagal panen karena sebab bibitĀ  atau fasilitas pertanian, itu pemerintah wajib ganti rugi kepada petani,”ujar Djoni.

Terakhir dua tokoh petani Sumbar beda generasi ini, sepakat menjadikan Rumah Petani untuk Rang Tani Sumbar secara total.(rilis: gempita)