Pilgub Sumbar 2020, Tiga Paslon Memungkinkan Sekali

oleh -2.509 views
Pilgub Sumbar 2020, tiga nama tokoh ini mulai disebut-sebut khalayak pemilih di Sumbar. (foto: desaind by riko)

Padang,—Habis Pemilu Terbitlah Pilkada, ya 2020 musim Pilkada serentak nasional, jadwalnya September 2020.

Di Sumbar ada 13 Pilkada Kota/Kabupaten dan satu Pilgub Sumbar 2020. Menurut Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumbar HM Nurnas untuk Pilgub sangat mungkin tiga Pasangan Calon (Paslon) Gubernur/Wakil Gubernur.

“Dari komposisi kursi di DPRD Sumbar, sangat sulit terjadi head to head Paslon, justru sangat mungkin tercipta tiga pasangan calon,”ujar HM Nurnas, Jumat 31/5 di Padang.

Menurutnya untuk perebutan menjadi Paslon bakal ketat, ada pertarungan di kursi Cagub maupun untuk kursi Cawagubnya.

“Dan hebatnya stok kepemimpinan di Sumbar untuk posisi itu sangat banyak,”ujar HM Nurnas.

Tapi tetang Parpol.apa yabg berkoalisi dan siapa calon yang diusung, Nurnas wakil rakyat dari Dapil Padang Pariaman-Pariaman ini enggan menyebutkan.

“Soal koalisi dan calon siapa yang diusung itu menurut aturan sepenuhnya ada di pengurus pusat partai, tapi untuk jadi referensi baru bisa tahu arah koalisi Pilgub, pasca pelantikan DPRD 28 Agustus dan setelah ditetapkan Alat Kelengkapan DPRD Sumbar, dari ini benang merah koalisi sudah bisa ditebak kemana arah calonnya,”

-HM NURNAS- 

Dari semburan berbagai ciutan netizen di media sosial ada tiga nama mulai mengapung untuk Cagub Sumbar di Pilgub 2020, yaitu Irjen Pol Fakhrizal (Kapolda Sumbar), Nasrul Abit (Wagub Sumbar) dan Mulyadi (Anggota DPR RI).

Bahkan untuk kejutan dan disukai kalangan generasi milenial Sumbar disebut-sebut juga untuk Cagub milenial Walikota Padang Panjang Fadly Amran, Bupati Dharmasraya Sutan Riska, Andre Rosiade (politisi Partai Gerindra) dan Ketua KPI Pusat Yuluandre Darwis.

Untuk Cawagub sepertinya ada banyak tokoh dan elite Sumbar yang masuk radar Pilgub 2020, sebut saja Indra Catri (Bupati Agam), Ali Mukhni (Bupati Padang Pariaman), Alwis (Sekda Sumbar), Shadiq Pasadique (tokoh Tanah Datar), Riza Fahlepi (Walikota Payakumbuh).

Sementara Koordinator Komunitas Pemerhati Sumbar (Kapas), Isa Kurniawan pada akun facebooknya berjudul ‘Menakar Koalisi Partai Politik di Pilkada Sumbar 2020’ memaparkan, minimal partai atau gabungan partai bisa mengusung calon kepala daerah di Pilkada yakni 20% dari total kursi DPRD, atau 25% dari total suara sah saat Pemilu.

Untuk mengusung calon gubernur / wakil gubernur Sumbar dibutuhkan minimal 20% dari total kursi DPRD Sumbar yang 65, atau 13 kursi.

Berdasarkan konfigurasi partai yang berhasil memperoleh kursi di DPRD Sumbar pada Pileg 2019 lalu, hanya Gerindra yang bisa mengusung sendiri pasangan calon gubernur / wakil gubernur dengan 14 kursi. Sementara partai lainnya harus berkoaliasi, dimana PAN, PKS dan Partai Demokrat, sama-sama mendapatkan 10 kursi. Golkar 8 kursi, PPP 4 kursi, seterusnya NasDem, PKB dan PDIP masing-masing 3 kursi.

Tampak di sini partai mana yang bisa pegang kendali dalam pencalonan gubernur / wakil gubernur, yakni Gerindra, PAN, PKS, Demokrat dan Golkar. Tapi partai-partai yang kecil kursinya, kalau berkoalisi akan bisa juga membuat poros tersendiri, PPP, NasDem, PKB dan PDIP totalnya 13 kursi.

“Jadi melihat kondisi di atas, diprediksi ada 3 pasang calon gubernur / wakil gubernur di Pilkada Sumbar 2020. Satu pasang di-inisiasi Gerindra –apakah kemudian sesuai fatsun politik di pusat akan berkoalisi dengan PKS. Satu lagi Partai Demokrat –apakah berkoalisi dengan PAN. Dan terakhir Golkar –berkoalisi dengan partai-partai yang memiliki kursi kecil,”

-ISA KURNIAWAN-

Kalaupun Gerindra nekat mengusung sendiri, bisa jadi akan ada 4 pasang calon. Dimana PKS berkoalisi dengan PAN, Partai Demokrat dengan Golkar, atau komposisi lain di antara ke-empat partai tersebut. Satu pasangan lagi partai-partai yang kecil kursinya. Dengan demikian Pilkada Sumbar 2020 akan tambah semarak dengan adanya 4 pasang calon tersebut.

Setelah koalisi ada, maka berikutnya tentu siapa yang berpotensi / berpeluang untuk diusung. Mudah-mudahan akan dibahas di tulisan-tulisan berikutnya, dengan issu-issu lainnya sehubungan dengan Pilkada Sumbar 2020.(ichobb/own)