PLN Optimis 2019 Tuntas Terangi Semua Desa di Sumatera

oleh -756 views
oleh
756 views
Teknisi jaringan PLN tengah bekerja membangun jaringan kelistrikan. (foto: google)
Teknisi jaringan PLN tengah bekerja membangun jaringan kelistrikan. (foto: google)

Padang–Listrik di era kekinian sudah menjadi kebutuhan pokok bagi banyak masyarakat di Indonesia, ketergantungan ke listrik tak hanya di perkotaan tapi sampai ke pedesaan.

“Listrik sangat penting karena banyak hal bisa dilakukan mulai berinteraksi sosial, meningkat pertumbuhan ekonomi desa dan banyak lainnya,”ujar Pudin warga sebuah kampung di daerah Rao di Pasaman, Rabu 7/6 di Padang.
Katanya, di daerahnya ada listrik, tapi tidak listrik PLN, sumber energinya diesel sangat tergantung dari ketersediaan Solar.
“Kami bayar patungan beli Solar dan membayar operator diesel, tapi hidup listriknya terbatas mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB, terus terang urusan listrik di sini kami belum merdeka,”ujarnya.
Sementaa di Medan, Selasa kemarin, PLN akui masih banyak desa atau nagari di Pulau Sumatera belum dialiri listrik PLN.
“Data 2016 dari 27 ribu desa, sebanyak 128 desa di Sumatera belum dialiri listrik,”ujar Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera Amir Rosidin di Padang, Selasa kemarin.
Untuk itu manajemen PLN Pusat manargetkan 2019 semua desa di Sumatera sudah diterangi oleh listrik PLN.
“Target sudah dicanangkan, untuk tercapai kami menggandeng 10 perguruan tinggi, untuk melakukan kajian, termasuk Unand Padang dari 10 yang kami gandeng bekerjasama,”ujarnya.
Melibatkan Perguruan Tinggi ini terkait dengan survey pelanggan termasuk survey ketersediaan energi.
“Untuk tahu berapa biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk penerangan tanpa PLN, kalau mahal jelas PLN tidak mengharapkan, dan menambah semangat PLN untuk terangi desa di Sumatera ini,”ujarnya.
Sebelumnya si Padang Dirjend Ketenaga Listrikan Kementerian ESDM, Hendra Iswahyudi mengatakan 28 juta orang di Indonesia belum memperoleh akses listrik permanen.
“Masih banyak yang belun memperoleh akses listrik permanen,”ujarnya di Basko Hotel Padang beberapa waktu lalu.
Sedangkan soal subsidi listrik Hendra Iswahyudi mengatakan kebijakan Subsidi Tepat Sasaran (STS) per 1 Januari oleh pemerintah.
“Pemberlakuannya secara bertahap, pelanggan PLN 900 VA, rumah tangga 900 VA mampu secara ekonomi bertahap subsidinya dicabut, ini untuk keadilan pasa orang miskin atau tidak mampu,”ujarnya.
Adanya kebiajkan Subsidi Listrik Tepat Sararan (SLTS) kata Hendra Iswahyudi, PLN melakukan efesiensi dan penghematan setahun mencapai Rp 22 triliun.
“SLTS ini supaya subsidi tidak pukul rata tapi berdasarkan data dikeluarkan instansi berkompeten, PLN mensinkronisasikan, SLTS bisa buat PLN hemat sampai Rp 22 Triliun,”ujarnya.(wandi)