Polemik “Rapor Merah”, Senior HIPMI Bela Walikota Payakumbuh

oleh -394 views
Dedengkot HIPMI Payakumbuh heran HIPMI beri rapor merah DMPTDP Payakumbuh, Selasa 12/7-2022. (dok/han)

Payakumbuh— Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Payakumbuh, Adi Surya Purnomo, merasa kaget dan terheran-heran, melihat yuniornya di HIPMI memberi “rapor merah” terhadap kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Payakumbuh.

Menurut Adi, HIPMI sebagai wadah bernaung pengusaha masa depan, tidak boleh kehilangan objektifitas, sekalipun terhadap orang yang tidak disukai.

“Sangat tidak layak HIPMI memberi raport merah untuk kinerja DPMPTSP Payakumbuh. Karena kita tahu, pelayanan di DPMPTSP Payakumbuh sangat bagus. Mall Pelayanan Publik Payakumbuh digagas Walikota Riza Falepi itu, menjadi contoh di Indonesia,”ujar Adi Surya Purnomo, Selasa 12/7-2022.

Adi Surya tercatat sebagai pemegang mandat pertama atau karateker pertama dalam pembentukan HIPMI di Payakumbuh, dia berharap pengurus HIPMI kota randang ini, tetap bersinergi dengan seluruh stakholders, termasuk pemerintah daerah. Dan jangan sampai terjebak kepentingan politik praktis atapun penilaian yang subjektif.

“HIPMI diberi kepercayaan oleh Kementerian dalam menilai kinerja DPMPTSP. Dalam penilaian itu, HIPMI meski objektif. Sesuatu yang nilainya hijau, jangan diberi merah. Rasanya tidak patut pula, HIPMI memberi nilai 30 untuk kinerja DPMPTSP Payakumbuh yang punya Mall Pelayanan Publik Pertama di Sumbar,”ujar Adi Surya Purnomo.

Menurut Adi, bila Hipmi menemukan ada kriteria kinerja atau pelayanan DPMP-PTSP Payakumbuh yang perlu dibenahi, alangkah bijak bila itu disampaikan sebelum penilaian. Menandakan adanya sinergisitas Hipmi dengan pemerintah daerah. Karena Hipmi terlahir untuk bersinergi.

“Kini, kita sarankan pengurus HIPMI dan Pemko Payakumbuh, duduk semeja. Barangkali, dengan minum teh telur atau ngopi di kafe Kelok Situjuah (kafe milik Adi-red), hal-hal seperti ini bisa dikomunikasikan. Tidak elok berbalas pantun di media sosial,” kata Adi Surya dengan senyum khususnya.

Sependapat Adi Surya Purnomo, sejumlah pengusaha muda di Payakumbuh juga berpendapat, tidak wajar Pemko Payakumbuh diberi rapor merah, dalam soal pelayanan investasi dan perizinan. Karena faktanya, urusan perizinan dan investasi di kota ini terbilang mudah.

“Kami yang baru memulai merintis usaha di Payakumbuh, merasakan betul, betapa mudahnya pelayanan perizinan dan penanaman modal di Payakumbuh. Wali Kota Riza Falepi itu punya komitmen yang jelas dan bisa dipegang,”ujar Muhammad Bayu Vesky, pelaku usaha di sektor energi.

Wahyudi Thamrin, pengusaha yang banyak membina pengusaha muda di Sumbar juga akui soal izin mudah di Pemko Payakumbuh.

“Setahu kita, urusan perizinan dan penanaman modal di Payakumbuh, sudah sangat baik,” kata Wahyudi Thamrin.

Pengusaha yang juga tercatat sebagai Ketua AMPI Sumbar ini menyebut, baiknya pelayanan perizinan dan investasi di Payakumbuh, dibuktikan dengan penghargaan Investment Award dari Kementerian Invetasi/BKPM pada tahun lalu. Dan beberapa waktu, sebelumnya juga penghargaan Kota Layak Investasi dari Majalah Tempo.

“Tidak mungkin Payakumbuh tahun lalu bisa dapat Investment Award, kalau pelayanan perizinan dan investasinya tidak baik. Mall Pelayanan Publik Payakumbuh itu menjadi barometer di tingkat nasional. Ini tidak bisa dinafikan. Kita tidak boleh kehilangan objektifitas,”ujar Wahyudi Thamrin. (han)