Pro Kontra Gelaran Tour de Singkarak 2021, Batal Atau … !!!! 

oleh -195 views
TDS 2021 melawan pandemi covid-19, persiapan terud digeber, pro kontra pun viral.. (foto: dok)

Sekali lagi, saya bukan tidak setuju, cuma karena kondisi, terlebih APBD Perubahan 2021 ini terjadi Devisit Murni anggaran APBD Perubahan 2021, jika TDS dibatalkan akan ada anggaran yang bisa dipergunakan untuk kegiatan lain sebesar lebih kurang Rp. 7 miliar itu,“ujar HM Nurnas

Padang,— Ajang balap sepeda dunia dengan memadukan pariwisata dan olahraga balap sepeda pada 2021,ngotot dilaksanakan di Sumbar.

Tour de Singkarak (TDS) siap mengaspal di ranah minang pad Oktober nanti kabarnya, meski kungkungan pandemi covid-19 belum usia. Walau TDS 2021 habiskan Rp 6 Miliar lebih APBD Sumbar.

Aim Zein: Batalkan Laihkan Dananya

Aim Zein, pemerhati dan pelaku pariwisata Sumbar.

Menurut Pemerhati dan Pelaku Pariwisata Sumbar Aim Zein, pengawal konsep dasar TDS pertama mengatakan saat ini TDS jangan ngotot dilaksanakan.

“Terus terang, saya termasuk salah seorang yang ikut mengawal TDS ketika pertama kali digelar di Sumbar. Waktu itu saya masih menjadi pengurus PHRI Sumbar yang punya kepentingan untuk penyediaan akomodasi peserta dan official tim balap sepeda,” ujar Aim Zein kepada media, Minggu 5/9-2021.

Kata Aim saat itu Dirjen Pemasaran Pariwisata Sapta Nirwandar yang menggagas penyelenggaraan Tour de Singkarak yang termasuk dalam kategori “Sport Tourism” di Indonesia waktu itu.

“Kita cukup sering berdiskusi membicarakan bagaimana mempromosikan Pariwisata Sumbar. Konsep dasar dan tujuan utama dari penyelenggaraan TDS waktu itu adalah mengharapkan “impact” (dampak) dari adanya iven tersebut,” ujar Aim mengenang TDD pertama di Sumbar dulu.

Publikasi nasional dan internasional, liputan dan dokumentasi rute-rute yang melalui daerah pariwisata Sumbar, semangat dan kebanggaan masyarakat lokal yang ikut menonton dan meramaikan “alek” TDS ini.

*Semuanya diharapkan akan melebur menjadi sebuah event promosi pariwisata Sumatera Barat yang memiliki nilai tambah yang besar. Konsep dengan sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui, digelarlah TDS ini dengan tujuan semata-mata untuk mempromosikan Pariwisata Sumatera Barat,”ujarnya

Sering waktu kala pandemi terua mengurita bahkan 2020 TDS batal mengaspal. Kini upaya menggelar TDS pun ngotot dilaksanakan, padahal kasus aktif covid-19 dengan berbagai varian seperti grafik turun naik .Apakah Tepat Penyelenggaraan TDS pada saat Pandemi?

“Menurut saya pribadi jelas Tidak Tepat. Jika dipaksakan maka akan terjadi pemborosan anggaran saja, dan merupakan hal yang sia-sia. Lebih parahnya lagi, justru akan menjadi bahan sindiran dan ejekan dari masyarakat luar,” ujar Aim Zein.

Pandemi covid-19, di Protokol Kesshatan kata Aim tegas pakemnya, yaitu menganjurkan orang untuk tidak berkerumun, jaga jarak, jaga kebersihan, tetap di rumah, malah sampai adanya kebijakan Lockdown dan PPKM.

“Bayangkan apa kata dunia jika mereka saja lockdown dan di Nasional ada PPKM, kita di Sumbar malah nekat menyelenggarakan event pariwisata Tour de Singkarak (TDS)?,” ujar Aim Zein.

Solusinya di masa pandemi ini kata Aim Zein harus ada kemauan untuk melahirkan dan membudayakan suatu kebiasaan baru yang positif.

“Menjaga Kebersihan, menurut saya momentum ini hendaknya dimanfaatkan oleh pemerintah sebaik-baiknya (khususnya disektor Pariwisata). Virus Covid sendiripun tidak akan bisa punah atau hilang begitu saja, dan untuk itu pencegahan sangat diperlukan melalui kebersihan,”ujar Aim.

Wisatawan akan merasa lebih nyaman dan aman jika tersedia obyek pariwisata terlihat bersih dan tersedia fasilitas kebersihan yang baik dan terjaga.

“Saran saya sederhana saja, mungkin budget TDS 2021 dialihkan untuk membangun atau memperbaiki sarana kebersihan di lokasi-lokasi pariwisata, karena kebersihan adalah kunci utama dari Pariwisata itu sendiri. Tidak perlulah dijelaskan bagaimana kondisi Toilet, tempat cuci tangan atau tempat sampah di lokasi-lokasi pariwisata Sumbar saat ini. Hampir semuanya jauh dari standar kebersihan yang diharapkan,”ujar Aim Zein.

Selain itu terpenting lagi tidak hanya membangun sarana, akan tetapi kelemahan pariwisata dari dulu selalu terjadi, yaitu menjaga fasilitas yang telah dibangun tadi.

Andani: TDS Digelar, Jaminannya Apa? 

Gelaran TDS harus jelas jaminan penerapan Prokes Covid-19. (foto: dok)

Sementara itu Kepala Pusat Diagnostik Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand, Dr.dr Andani Eka Putra mengatakan kondisii pandemi kekinian sudah menurun, tapi jangan lengah dengan angka kasus yang turun itu, sesaag bisa saja terjadi out break covid-19.

TDS 2021 jika ngotot digelar harus ada jaminan pelaksanaan berbasiskan Protokol Kesehatan.

“Jaminannya harus tidak memberatkan keuangan daerah dan ada kontribusi untuk daerah. Jaminan pelaksanaan Prokes ketat ketika TDS digelar,” ujar Andani.

Ketiga kata penanggungjawab dua laboratorium izin Kemenkes di Sumbar adalah Protokol Kesehatan untuk orang dari luar negeri termasuk karantinanya.

“Protokol untuk pembalap lokal juga harus clear and clean,” ujae Andani.

HM Nurnas: Sebaiknya Tunda Saja

HM Nurnas tegas tunda saja TDS 2021. (foto: dok)

Sedangkan Anggota DPRD Sumbar HM Nurnas justru tegas yakni TDS 2021 ditunda saja.

“TDS tunda saja dulu, kondisi yang sulit hari ini, masyarakat sangat mengeluh dengan pendapatan, susah kehidupan, berdaganglah berkurang penghasilan, TDS itu akan menghambat kami berjualan, begitu kata Pak Rasid yang berjualan sayur keliling, saat curhat kepada saya,” ujar HM Nurnas kepasa media Minggu siang ini.

HM Nurnas mengatakan bicara TDS inikan sudah menjadi kegiatan iven International yang menjadi ikon pariwisata Sumbar selama ini.

“Saya dan, kita semua tahu itu, cuma ini dihadapan situasi yang kurang berpihak ke kita hari ini, pandemi covid-19 belum usai dan belum ada yang tahu kapan akhir bencana nasional non alam ini,” ujar HM Nurnas.

Justru, karena itu kata HM Nurnas perlu sekali dipertimbangkan untuk TDS 2021 dibatalkan.

“Sekali lagi, saya bukan tidak setuju, cuma karena kondisi, terlebih APBD Perubahan 2021 ini terjadi Devisit Murni anggaran APBD P Th 2021, jika TDS dibatalkan akan ada anggaran yang bisa dipergunakan untuk kegiatan lain sebesar lebih kurang Rp. 7 miliar,”ujar HM Nurnas.(***)