Prof. Dr. Ir. Keppi Sukesi, MS terpilih sebagai Ketua ASWGI 2023-2027

oleh -854 views
oleh
854 views
Kongres Nasional Asosiasi Pusat Studi Wanita/Gender dan Anak Indonesia (ASWGI) ke-3 di Padang. (/ist)

Padang, – Kongres Nasional Asosiasi Pusat Studi Wanita/Gender dan Anak Indonesia (ASWGI) ke-3 di Padang, sukses digelar Kongres nasional ke-3 ini dirangkai dengan Seminar nasional ASWGI dan International Conference on Gender, Culture, and Society Universitas Andalas.

Seminar nasional ASWGI bertema Peran Pusat Studi Wanita/Gender dan Anak dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi untuk memprkuat Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021.

Dalam seminar nasional ini hadir di Padang sebagai narasumber Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D, plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi dan Ir. Agus Wiryanto, M.Si dari KPPA.

Pada Kongres Nasional ASWGI ke-3, formature yang terdiri atas perwakilan anggota dari berbagai daerah dan lembaga, yakni Dr. Jendrius, M.Si; Prof. Dr. Emmy Susanti, M.A; Prof Keppi Sukesi, MS; Dr. Ir. Arianti Ina Restiani Hunga, M.Si, dan Ir. Meuthia Fadila Fachruddin, M.Eng.Sc memutuskan Prof. Keppi Sukesi, MS sebagai ketua ASWGI periode 2023-2027.

Perwakilan formature, Dr. Jendrius, M.Si dari Universitas Andalas yang bertindak sebagai tuan rumah Kongres Nasional ASWGI ke-3 mengungkapkan bahwa keberlangsungan organisasi ditentukan oleh kesolidan semua pengurus dan anggota.

Dr. Jendrius, M.Si menilai Prof. Keppi Sukesi merupakan sosok yang dapat menjembatani segala dinamika yang ada di tubuh ASWGI.

ASWGI sebagai asosiasi yang beranggotakan pusat studi maupun individu pemerhati gender berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan karakteristik yang bermacam-macam.

Oleh karena itu, ASWGI memiliki tantangan yang kompleks untuk penguatan organisasi maupun perjuangan mewujudkan visi misi dan perluasan kerjasama.

Prof. Dr. Emy Susanti, M.A., Ketua Umum ASWGI periode 2019-2023 menyampaikan bahwa hingga saat ini anggota ASWGI tercatat secara resmi 121 lembaga.

Guru besar Sosiologi Universitas Airlangga tersebut berharap ASWGI ke depan dapat semakin memperkuat perannya dalam penguatan kesetaraan di berbagai lini dengan memperluas kerjasama dengan pemerintah maupun berbagai pihak di dalam maupun di luar negeri.

ASWGI merupakan tempat berkumpulnya dosen, peneliti, aktivis, dan pemerhati gender dari berbagai perguruan tinggi. Oleh karena itu, visi ASWGI adalah terciptanya masyarakat akademis berbasis multi disiplin yang menjunjung tinggi kesetaraan dan keadilan gender serta inklusi sosial dalam melaksanakan penelitian dan kajian serta implementasi Tridharma Perguruan Tinggi sesuai perkembangan teknologi informasi dan bertaraf nasional maupun internasional. (rls/adr/dri)