Promosi Kue Cangkiang, Usaha Peningkatan Penjualan Cemilan Tradisional Asli dari Nagari Batu Taba

oleh -639 views
oleh
639 views
Inilah Kue Cangkiang Batu Taba yang dibranding Mahasiswa KKN UNAND dalam bentuk video dan spanduk. (dok)

Oleh: Ahmad Fakhri

Mahasiswa KKN UNAND

“KALAU harapan dari ibuk, ya tolong teruskanlah dan dikembangkan usaha ini. Jangan sampai mati perusahaan tradisional kita ini. Teruskanlah oleh penerus usaha ini di masa yang akan datang, yaitu generasi muda Nagari Batu Taba”ujar Ibu Yovina, Pengusaha Kue Cangkiang.

Indonesia adalah negara yang memiliki keragaman kuliner tradisional yang sangat banyak dan tersebar dari barat hingga timur Indonesia. Kuliner tradisional sangat melekat dengan nilai khas dari budaya Indonesia yang sudah diturunkan secara turun-temurun dari sejak dahulu. Hingga saat ini masih banyak kuliner tradisional Indonesia yang masih belum terekspos sehingga mulai punah secara perlahan.

Salah satu jenis kelompok kue tradisional yang masih jarang terekspos yaitu Kue Cangkiang. Kue Cangkiang adalah suatu kelompok kue yang terdiri dari 12 jenis kue dengan nilai sejarah yang sudah lama ada dan beragam keunikan lainnya.

Kue Cangkiang adalah kuliner tradisional yang berasal dari Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Menurut sejarah kue ini sudah ada sejak awal abad 19 seiring dengan awal perkembangan terbentuknya Nagari Batu Taba.

Variasi Kue

Variasi jenis dari Kue Cangkiang yang biasa dibuat oleh pengusaha di Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba

Kue Cangkiang dibuat dari tepung beras yang harus digiling menggunakan kincir air secara tradisional. Konon katanya menurut warga Jorong Cangkiang, kue ini tidak akan mengembang dengan baik ketika digoreng jika memakai tepung beras kemasan sehingga memerlukan tepung beras yang digiling dengan kincir air.

Selain itu kue ini pada setiap jenis kue memiliki keunikan dan sejarah tersendiri. Kue Cangkiang dengan nilai sejarah yang sudah ada sejak dahulu dengan keunikan khusus pada setiap jenisnya pada saat ini masih belum dikenal secara luas di Sumatera Barat serta kaum muda masih sedikit yang tahu mengenai kue ini.

Oleh karena itu, mahasiswa KKN PPM Batu Taba Universitas Andalas 2022 berusaha mengembangkan inovasi kreatif untuk lebih mengenalkan secara luas mengenai kue ini. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk usaha yang bisa dilakukan oleh mahasiswa untuk mengenalkan lebih luas kue Cangkiang dalam waktu kerja KKN yang terbatas yaitu 32 hari.

“Pengenalan Kue Cangkiang difokuskan kepada seluruh pangsa pasar dengan target utama yang memiliki potensial yang sangat tinggi pada zaman sekarang yaitu kaum milenial. Dengan mengusung ide kreatif pembuatan video promosi disertai dibuatnya baliho dekat kantor Wali Nagari dapat menjadi langkah awal dalam promosi kue ini” ujar Ahmad Fakhri, mahasiswa KKN PPM Batu Taba Universitas Andalas 2022.

Pelaksanaan Program Kerja Branding Kue Cangkiang

Program kerja dari Branding Kue Cangkiang dilakukan dalam tiga bentuk yaitu promosi dengan media video, spanduk, dan artikel. Media video ini dilakukan dengan membuat video mengenai kue cangkiang yang akan di-upload di channel Youtube Nagari Batu Taba dan juga akan diposting dalam beragam media sosial oleh mahasiswa serta masyarakat Nagari Batu Taba.

Spanduk promosi Kue Cangkiang dibuat sebagai petunjuk mengenai adanya kawasan daerah produksi kue cangkiang yaitu di Jorong Cangkiang. Selain itu juga dibuat artikel populer mengenai kue cangkiang yang akan diterbitkan oleh portal berita.

Pembuatan video promosi dimulai dengan melakukan survei ke salah satu rumah produksi dengan menggali informasi terkait Kue Cangkiang. Informasi yang dikumpulkan juga akan digunakan dalam penyusunan spanduk serta artikel.

Seluruh informasi yang didapatkan akan dipakai untuk menyusun script video yang disusun dengan kreatif dan memuat informasi yang informatif yang disesuaikan dengan budaya dan norma dari Nagari Batu Taba.

Selanjutnya dilakukan pengambilan video yang berisi proses pembuatan kue cangkiang, wawancara pembuat kue, serta kue cangkiang yang menjadi sorotan utama. Proses penyuntingan video membutuhkan sekitar 2 hari sebelum di-upload dalam channel Youtube Nagari Batu Taba.

Spanduk didesain dengan mengutamakan warna dan komponen yang menarik perhatian dari masyarakat yang melintas dekat spanduk.

Spanduk dipasang dekat Kantor Wali Nagari Batu Taba yang berada dekat jalur alternatif menuju Padang dari Payakumbuh. Selain itu juga dipasang plang penunjuk Jorong Cangkiang yang dipasang di jalan sebelum masuk area Jorong Cangkiang.

Artikel populer mengenai Kue Cangkiang disusun dengan memuat berbagai informasi mengenai Kue Cangkiang yang di portal berita. Pada artikel ini fokus dalam menyampaikan kembali keunikan dari Kue Cangkiang dengan mengajak pembaca untuk membelinya nanti jika mengunjungi Nagari Batu Taba.(analisa)