Proyek Strategis Nasional Tol Padang-Pekanbaru Tuai Protes Warga

oleh -513 views
Edriana terlihat mengeksplor warga di Harau yang menolak kampungnya menjadi ruas jalan Tol Sumbar-Riau. (sreenshot, edrianaview)

Limapuluh Kota,—Pembangunan jalan Tol Padang-Pekanbaru menuai protes warga yg di lima nagari di Kabupaten Limapuluh kota.

“Warga memohon kepada Gubernur Sumbar agar pembangunan jalan Tol tersebut dialihkan ke daerah lain yang tidak padat pemukiman penduduk,” ujar Youtiber sekaligus Aktifis Perlindungan Perempuan Nasional Edrian saat mengeksplor masalah sosial masyarakat di Sumbar beberapa hari lalu.

Ancaman akan kehilangan tanah ulayat, tanah pusako tinggi, tanah pertanian produktif sumber kehidupan masyarakat, pemukimam padat penduduk dan tanah makam leluhur mereka dari masyarakat semaki terasa setelah beberapa tahun lalu lahan mereka dipancang untuk jalan tol Padang-Pekanbaru.

Masyarakat di lima nagari pun membentuk forum untuk memperjuangkan aspirasi. selengkapnya silahkan simak di Edriana Views :

 

Rencana pembangunan Jalan Tol melintasi dua provinsi Sumbar-Riau memang menuai pro dan kontra.

Seperti di Kecamatan Harau Limapuluh Kota, warga memprotes karena tol dibangun nanti akan menggusur pemukiman padat penduduk dan menghilangkan asset leluhurnya, bahkan jalan tol kabarnya juga menerabas hutan lindung yang berpotensi merusak dan menggangu keanekaragaman hayati yang ada pada kawasan tersebut..

Youtober sekaligus aktifis perlindungan perempuan nasional, Edriana mengeksplor rintihan penolakan jalan tol Sumbar-Riau itu.

Adalah ibu Ezi warga Jorong Tigo Balai Kecamatan Harau ditayangan Edriana View itu mengatakan dia kaget ada pemancangan di lahan ulayatnya.

“Ada pancang katanya untuk jalan tol padahal daerah ini padat penduduk, ada lima nagari menolak daerahnya dibangun jalan tol,” ujar Ezi.

Pemerintah kata ibu Ezi diharapkan untuk mendengar rintihan rakyat. “Kami tidak menentang pembangunan jalan tol dan program pembangunan lain. Tapi janganlah jalan tol dibangun di daerah padat pendduduk dan lahan produktif, mohon dengar rintihan aspirasi kami pak di pemerintahan,” ujar Ezi.(iko)