Pukat Harimau Kembali Resahkan Nelayan Pessel

oleh -233 views
Pukat Harimau menjamur dan leluasa di perairan laut Pessel telah meresahkan nelayan tradisionil, Senin 19/8 (foto: dok/niko)

Painan,—Tidak pernah jera-jeranya, meski soal pukat harimau penegakan hukumnya cukut keras. Terbukti pukat harimau kembali menjamur di lautan Pessel dan meresahkan nelayan tradisional daerah itu.

Sikapi itu, infonya Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat (Sumbar) bakal gelar operasi penertiban Pukat Harimau yang beroperasi di Kabupaten Pesisir Selatan.

Bahkan penertiban itu pihak dinas akan berkorodinasi dengan membentuk tim terpadu dari  TNI AL, Polri dan Polair.

“Iya, minggu depan kita akan razia pukat harimau di Pesisir Selatan ini bersama tim gabungan” jelas Yosmeri, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, saat diwawancarai 19/8.

Yosmeri membeberkan aktivitas pukat harimau ini tidak bosan-bosannya menjelalah di perairan laut Pesisir Selatan.

Padahal, terangnya pihaknya sudah pernah menertibkan dan menangkap pelaku pukat harimau 2017 lalu.

“Larangan dan ancaman penangkapan ikan dengan pukat harimau ini sudah diatur dalam Undang-Undang No 45 tahun 2009 tentang Perikanan,ujarnya.

Sebelumnya, belasan pukat harimau beroperasi di Muara Kandis, Kecamatan Linggo Saribaganti Perairan Laut Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Meski pemerintah sudah tegas menyatakan aktivitas dilarang, namun bertepatan pada hari kemerdekaan RI ke 74 lalu, warga Muaro Kandis Kecamatan Linggo Sari Baganti di Pesisir Selatan melihat belasan pukat harimau tersebut masih bebas beroperasi.

Aktivitas pukat harimau itu juga sempat direkam seorang warga sekitar pukul 07.00 pagi, Sabtu, 17/8 di bibir pantai Muaro Kandis, Kecamatan Linggo Saribaganti.

Dalam rekaman video terdengar masyarakat menyapa pemerintah dan pihak pemangku kepentingan.

“Selamat pagi para pejabat dan pemangku kepentingan politik dan segala macamnya. Inilah pukat harimau yang beroperasi di sekitaran 500 meter dari bibir pantai muara kandis. Pukat harimaunya banyak”jelas Eko Kurniawan (24) dalam unggahan videonya.

Dari hitungan Eko, jumlah pukat harimau yang ia lihat beroperasi sebanyak 16 buah pukat. Saat dikonfirmasi, Eko mengatakan aktivitas pukat harimau jelas sangat meresahkan masyarakat nelayan disana.

Selain berpotensi merusak ekosistem di laut, habitat ikan dan rumput laut, Eko pun menilai pengawasan dari pihak terkait menyangkut pukat harimau masih minim.

“Memang Operasi Pukat Harimau, katanya sudah seringkali beroperasi akan tetapi pengawasan yang dilakukan oleh pihak terkait belum berjalan maksimal,”ujar Eko.(niko)