Pusako Tinggi, Alam Terbaik Untuk Kemenakan

oleh -168 views
Yohanes Wempi (Labai Korok Piaman). (foto: dok)

Oleh: Labai Korok Piaman

SAAT ini tanah pusako tinggi sudah ada dijual, sudah disertifikatkan lalu dijaminkan ke Bank, sudah dibuat kerjasamanya untuk diperkosa alamnya oleh para pewarisnya tampa memikirkan pusako tinggi adalah wakaf.

Jadi tidak asing bagi Kita saat ini ada banyak kasus seperti yang dijelaskan diatas. Sehingga tanah wakaf pusako tinggi sudah menjadi hak milik pribadi para pendatang, bukan urang Minangkabau yang punya, sudah jadi hak milik perusahaan penganut ekonomi kapitalis asing.

Penulis mencoba mengingatkan Kita semua kembali bahwa pusako tinggi adalah titipan nenek moyang urang Minangkabau yang perlu dijaga dan dipertahankan keberadaanya. Hak pemegang warih tanah ulayat pusako tinggi harus memegang amanah tanah wakaf tersebut agar pusako tinggi itu tidak jatuh ketangan orang jahat yang merugikan.

Secara adat minang, pemanfaatkan tanah ulayat sudah diatur sedemikian rupa, sudah ada matan adat, sudah ada tatananya seperti prinsip tanah pusako tinggi yang dijelaskan dibahwah ini yaitu ;

Di Minangkabau ini pusako tinggi
Indak buliah sumbiang sapadi.
Indak buliah lapuak samiang.
Indah buliah bapindah tangan.

Dijua indak dimakan bali.
Digadai indak dimakan salo.
Murah indak dapek dimintak.
Maha indak dapek dibali.
Kabau tagak kubangan tingga.
Nan dibaok hanyo luluak nan lakek di badan.

Aienyo nan buliah diminum.
Buahnyo nan buliah dimakan.
Nan batangnyo tatap tingga.

Lamo mamakainyo indak baantaro.
Salamo gagak hitam.
Salamo aie ilie.
Tapi baringgo jo babateh.
Sailang kuciang kucing ngeong.

Nah itu garisan besar pusako tinggi yang dijelaskan dengan filosifisnya atau perumpamaannya diatas. Jika kaedah prinsip diatas dipakai secara ketat maka selamatlah pusako tinggi Kita icaran dan keserakahan dari para pemegang warih ingin menjual dan lainnya.

Agar pusako tinggi tidak diperkosa oleh perusahaan perkebunan, perusahan tambang, perusahaan-perusahaan ekspoloitasi lainya maka mamak warih, lembaga kenegarian perlu membuat lembaga yayasan, membuat lembaga koperasi simpan pinjam memanfaatkan pusako tinggi.

Penjelasanya dengan kedua lembaga badan usaha secara formal diatur oleh pemerintah diatas, pemegang warih membuat Perusahan Terbatas (PT) yang pemegang saham yayasan dan koperasi, kepengurusan perusahan anak nagari. Serta sanak kemenakan juga yang nanti ditugaskan untuk mengesporasi, memanfaatkan secara ekonomis alam pusako tinggi Minangkabau untuk didapatkan hasil (deviden) yang dibagi-bagikan keseluruh anak Nagari.

Hasil deviden atau keuntungan dibagikan melalui koperasi, yayasan tersebut untuk kebutuhan setiap kepala keluarga dirumah gadang, atau untuk kepentingan kemakmuran kemenakan secara adil.

Jika kelembagaan PT tersebut dibua dan hasil ada. Maka keberadaan pusako tinggi tetap utuh, bisa diberdayakan oleh sanak kemenakan, hasilnya pun tetap dimiliki oleh sanak kemenakan. Akhirnya tanah ulayat pusako tinggi tetap terjaga sesuai wakafnya (analisa)