Rakernas Ajang Formulasi Pemenangan Pilkada dan Pileg serta Pilpres

oleh -508 views
Rakernas III PAN di Bandung menjadi ajang lahirnya keputusan strategis PAN dalam rangka memenangkan Pilkada, Pileg dan Pilpres, Senin 21/8. (foto: isa)
Rakernas III PAN di Bandung menjadi ajang lahirnya keputusan strategis PAN dalam rangka memenangkan Pilkada, Pileg dan Pilpres, Senin 21/8. (foto: isa)

Merdeka—- Rapat Kerja Nasional (Rakernas) merupakan ajang pengambilan keputusan tertinggi partai setelah kongres. Sehingga keputusan partai yang diambil lewat forum ini sudah berdasarkan kepada mekanisme yang digariskan.

Demikian disampaikan Sekretaris DPW PAN Sumbar Taslim di sela-sela acara Rakernas III PAN di Hotel Grand Asrilia, Bandung, Jawa Barat.

Mantan Anggota Komisi III DPR RI itu menyebut, di Rakernas akan memformulasikan strategi pemenangan 171 Pilkada 2018 di seluruh Indonesia, serta Pileg dan Pilpres 2019.

“Rakernas akan mengambil keputusan strategis bagi langkah politik PAN kedepan terutama memformulasikan strategi pemenangan Pilkada serentak 2018, Pileg dan Pilpres 2019,”ujar Taslim.

Dan bisa saja kata Taslim Rakernas melahirkan keputusan strategis lain terutama soal konstelasi politik nasional kekinian.

Rakernas III PAN sendiri dilaksanakan dari tanggal 21-23 Agustus 2017 dan di acara ini sekaligus memperingati HUT ke-19 PAN yang jatuh pada tanggal 23 Agustus 2017.

Saat acara pembukaan tampak hadir Ketua Dewan Kehormatan DPP PAN Amien Rais, Ketua MPP Soetrisno Bachir, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, Sekjen Eddy Soeparno, Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan, serta Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Dedi Mizwar.

Munurut Taslim, kurang lebih 5000-an kader PAN dari DPW dan DPD PAN se-Indonesia, baik sebagai peserta maupun peninjau, membirukan Kota Bandung.

“Allhamdulillah masyarakat Indonesia sangat antusias dengan PAN, Kota Bandung membiru sebagaimana warna PAN,”ujar putera asli Baso Agam ini.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PAN Sumbar Muhayatul yang turut hadir di Rakernas, mengamini apa yang disampaikan Taslim.

“Pengambilan keputusan partai harus lah sesuai dengan mekanisme organisasi, yakni melalui rapat-rapat. Bukan semaunya ketua atau beberapa orang saja,” pungkas putera Pesisir Selatan yang juga Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbar itu. (relise)