Rembuk Stunting Di Kecamatan SBH, Stunting Bukan Aib

oleh -148 views
oleh
148 views
Pembukaan rembuk stunting tingkat Kecamatan Sangir Batang Hari, Jumat (28/7/2023). (Sumber : Istimewa)

Padang Aro, – Salah satu kendala penanganan stunting yang beberapa kali ditemukan di masyarakat adalah anggapan bahwa kondisi stunting adalah sebuah aib. Padahal kondisi tersebut masalah pertumbuhan yang harus segera ditangani sebab berdampak pada masa depan anak.

Ketua TP-PKK Solok Selatan Ny. Hj. Erniati Khairunas mengatakan beberapa kendala penanganan stunting ini akan berdampak pada pertumbuhan, juga memunculkan kemungkinan bertambahnya kasus baru.

“Kita tidak boleh tidak peduli stunting. Mungkin beberapa dari kita memiliki akses informasi terbatas karena tinggal jauh dari ibu kota, atau informasi yang setengah-setengah. Atau anggapan stunting sebagai aib. Ini masalah kita bersama, kita yang urus,” kata Erniati dalam pembukaan rembuk stunting tingkat Kecamatan Sangir Batang Hari, Jumat (28/7/2023).

Erniati mendorong nantinya seluruh jajaran pemerintahan, seperti Wali Nagari dan Camat untuk bisa menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang memiliki indikasi stunting. Sehingga pemenuhan gizi anak tidak hanya bergantung pada bantuan dari pemerintah kabupaten saja.

Lebih lanjut, Satgas Stunting Perwakilan Sumatera Barat Angga Mandala mengatakan saat ini hal yang penting untuk dimaksimalkan adalah monitoring dalam proses pengukuran dan pendataan sehingga memberikan hasil yang baik.

“Ini akan menghasilkan data yang akurat,” kata Angga.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Mendukung Penuh Upaya Percepatan, Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kecamatan Sangir Batang Hari sekaligus penyerahan paket bantuan kepada anak penderita stunting di kecamatan tersebut. (kampai)