Rendahnya keterwakilan perempuan di Parlemen

oleh -68 views
Putri Kumala Sari, Mahasiswa FISIP UNAND. (dok)

Oleh: Putri Kumala Sari

Mahasiswa Ilmu Politik UNAND

PERAN perempuan dalam ranah politik masih merupakan suatu hal yang menarik untuk dibahas .Pada saat ini keterwakilan perempuan di parlemen merupakan suatu hal yang sangat penting , karena pada masa sekarang ini keterwakilan perempuan di parlemen masih sangat rendah.

Partisipasi perempuan dalam politik masih terhambat karena masih adanya budaya patriarki di masyarakat indonesia .Budaya patriarki yang masih sangat kental di masyarakat indonesia sering menjadi penghambat perempuan di indonesia untuk berpartisipasi dalam bidang politik,masih adanya anggapan di masyarakat indonesia bahwa perempuan berada dibawah laki-laki , sehingga peran perempuan di ranah politik maupun publik masih belum bisa tercapai .

Di era modern sekarang ini pemeikiran seperti itu sudah tidak relevan lagi , tetapi pemikiran tersebut juga belum sepenuhnya menhilang di masyarakat indonesia , karena seringkali publik tidak ramah terhadap perempuan , salah satunya yaitu pada aspek keterwakilan perempuan di parlemen .

Adanya persamaan kesempatan antara laki –laki dan perempuan untuk berpartisipasi dalam bidang politik yaitu sebagai penentu kebijakan dan pengambil keputusan merupakan prasyarat bagi berfungsinya demokrasi.

Salah satu faktor penghambat partisipasi perempuan dalam politik yaitu masih rendahnya pengetahuan perempuan mengenai politik serta rendahnya minat perempuan untuk berpartisipasi pada bidang politik, bahkan diparlemen pun jarang perempuan yang menduduki jabatan strategis dalam internal partai .adanya prespektif masyarakat serta ketidapercayaan masyarakat dengan kemampuan perempuan masih menjadi penyebab kurangnya keterwakilan perempuan di parlemen .

Untuk meningkatkan keterwakilan perempuan sebanyak 30% maka harus ada komitmen dari para partai politik selaku pembentuk kader yang nantinya duduk dibidang parlemen nantinya .Untuk meningkatkan kuantitas ini maka dibutuhkan perubahan dan perbaikan dari para calon legislatif atau kader yang akan mencalon nantinya.

Karena pada saat ini masyarakat masih memiliki pandangan tersendiri akan ketidakmampuan perempuan maka untuk mengubah pandangan tersebut maka harus ada perbaikan dalam internal perempuan itu sendiri .Seperti yang kita tau bahwa perempuan memiliki kepekaan yang lebih tinggi mengenai isu-isu publik yang terjadi serta peran perempuan juga dibutuhkan dalam perumusan kebijakan publik.(analisa)