Ribut Pulangkan Pendemo dari Air Bangis, Ini Ungkapan Hati Guspardi Gaus

oleh -227 views
oleh
227 views
Guspardi Gaus
Guspardi sayangkan ribut-ribut pemulangan massa demonstran Air Bangih di Masjid Raya Sumbar, Sabtu kemarin. (faj)

Padang,— Soal kisruh pemulangan massa aksi demo Air Bangis hari ke enam di Masjid Raya Sumbar juga diketahui Anggota DPR RI dari Dapil Sumbar II asal PAN, Guspardi Gaus.

Guspardi Gaus menyayangkan terjadinya kericuhan antara aparat keamanan dengan masyarakat Nagari Air Bangis, Sei Baremas, Kabupaten Pasaman Barat di area masjid Raya Sumbar.

“Saya diinformasikan nahwa saay pemulangan, sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dengan oknum polisi saat menyuruh warga agar segera menaiki sejumlah bus yang telah dipersiapkan untuk pemulangan warga,” kata Guspardi saat dihubungi media ini, Senin 6/8-2023.

Data kronologis ribut diperoleh Guspardi Gaus yaitu insiden ini bermula ketika polisi meminta warga pulang ke Pasaman dengan menaiki bus yang telah disediakan.

Namun sejumlah warga melakukan penolakan. Sehingga terjadi adu argumen yang menyebabkan timbulnya keributan dan momen itu juga direkam oleh sejumlah orang.

Politisi PAN itu menjelaskan akibat kejadian ini, dilaporkan sebanyak 17 orang yang terdiri dari beberapa aktifis dan mahasiswa serta 4 waga dibawa dan diamankan oleh pihak keamanan.

“Dan informasi terakhir, mereka yang diamankan telah dibebaskan setelah dimintai keterangannya oleh pihak kepolisian,”ujar Guspardi Gaus.

Politisi lawas ranah minang ini juga menyebutkan pada insiden pemulangan demonstran Air Bangih itu sejumlah wartawan sedang meliput berita atau tengah menjalankan tugas jurnalistik nya, tiba-tiba di halang-halangi dan di intimidasi oleh oknum aparat keamanan.

“Bahkan empat jurnalis mendapatkan ancaman dan kekerasan dengan dipiting dan diangkat krah bajunya yang diduga dilakukan oleh oknum polisi berpakaian bebas,”ujar Guspardi Gaus.

Memang kaya Guspardi Gaus sejumlah perwira Polresta Padang berhasil meredam situasi krodit wartawan dengan oknum polisi berpakaian bebas itu dan meminta maaf kepada wartawan yang mengalami kekerasan.

“Tentunya sikap perwira polisi dari Polresta Padang ini perlu diapresiasi, karena langsung meminta maaf dan cepat tanggap guna mencegah berlanjutnya kekerasan kepada awak media” tuturnya.

Tapi kata Guspardi Gaus, kepada oknum polisi yang diduga melakukan kekerasan tetap harus diproses.

“Termasuk aparat yang disinyalir masuk kedalam masjid dengan tidak melepas sepatunya juga tidak boleh terjadi.Jika terbukti melakukan pelanggaran harus di tindak tegas. Karena pihak aparat keamanan dalam menjalankan tugas di lapangan, mestinya tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis untuk menghindari makin tersulut emosi yang bisa menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,”ujar Pak Gaus biasa Guspardi disapa koleganya di DPR RI.

Kepolisian kata Guspardi Gaus sebagai aparat penegak hukum, sejatinya mempunyai tugas mulia dalam menegakkan hukum secara adil, melayani dan mengayomi serta melindungi semua lapisan masyarakat.

“Untuk membuka terang ribut itu, termasuk injak karpet meski sudah dibantah Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono pada pres rilis langsung nya. Jika saya Kapolda harus tegas,  minta Propam untuk memeriksa siapa saja anggota yang bertindak melewati batas,video banyak beredar tuh,”ujar Guspardi. (faj)