Riza Fahlepi Selamatkan Wajah Ranah Minang di Pentas Nasional

oleh -295 views
Walikota Payakumbuh Riza Falepi (kanan) dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (kiri) sama-sama.meraih penghargaan pelayanan publik dari Tempo Group, Selasa 23/7 (foto: dok/byw)

Oleh:

Bagindo Yohanes Wempi

KEMARIN (Selasa 23/7) Walikota Payakumbuh Riza Falepi mendapatkan penghargan bergengsi dari Tempo Group sebagai daerah terbaik memberikan pelayan pada masyarakatnya (publik). Penghargaan ini merupakan satu-satunya yang diraih Pemerintah Daerah Kab/Kota yang ada di Sumatera.

Diterimanya penghargaan ini sebagai tanda masih ada Pemerintah Daerah yang menyelamatkan wajah Urang Minang di tingkat nasional, bahwa masih ada Walikota seperti Riza Falepi sebagai Walikota yang bagus kinerja dan cinta pada masyarakatnya.

Kejadian ini mirip pada tahun 2015, dua tahun awal Riza menjabat sebagai Walikota Payakumbuh juga telah menyelamatkan wajah Sumbar dengan  mendapatkan penghargan Piala Adipura yang pada waktu itu tidak ada juga Pemerintah Kab/Kota yang mendapatkan.

Masyarakat Kota Payakumbuh dan Sumatera Barat perlu berbanga diri, pada waktu itu kota kembanggaan mendapatkan Piala Adipura dari Kementrian Lingkungan Hidup sebagai kota terbersih. Hasil ini merupakan prestasi penting akhir tahun 2015 yang telah menyelamatkan wajah Propinsi Sumatra Barat di tingkat Nasional juga.

Sosok Wali Kota Riza Fahlepi ini dengan kerja kerasnya, bersama Tim Organisasi Perangkat Daerahnya dan masyarakat Payakumbuh bisa  mendapatkan penghargaan bergengsi di bidang pelayanan publik dan tetap menjaga kebersihan dan lingkungan hidup (Piala Adipura) tersebut telah mendatang hasil yang sempurna yang perlu ditiru oleh kota-kota lain yang ada di Sumatera Barat.

Realita lapangan mungkin tidak banyak masyarakat Sumatera Barat yang paham dengan apa itu penghargaan pelayanan publik dan Piala Adipura. karena isu beberapa tahun terakhir tidak banyak Kabupaten/Kota yang mendapatkannya. Maka perlu dijelaskan sebagaai wawasan.

Penghargan pelayanan publik terbaik adalah di mana masyarakat (publik) puas dengan kinerja dan pelayanan Pemko di segala bidang seperti pengurusan KTP, pengurusan surat-surat keterangan, penguruaan surat izin investasi, pelayanan dipukesmas atau rumah sakit dan lainnya. Sehingga dari penilain Pemerintah Pusat tersebut maka Presiden RI memberikan penghargan sebagai Kepalan Daerah dengan pelayanan publik yang prima.

Begitu juga pengertian dari Piala Adipura tersebut adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaannya denegan baik.

Pengertian kota dalam penilaian Piala Adipura bukanlah kota otonom, namun bisa juga bagian dari wilayah kabupaten yang memiliki karakteristik sebagai daerah perkotaan dengan batas-batas wilayah tertentu. Misal ibu kota kabupaten, yang dianggap sebuah kota.

Piala Adipura tersebut merupakan penghargaan bergensi terhadap Kota terbersih dan asri. Dengan kriteria tertentu, dalam proses penetapan hasil ada suatu tim yang dibentuk Kementerian Lingkungan Hidup melakukan penilaian terhadap kebersihan kota dan keasriannya untuk menetapkan siapa pemenangnya.

Dalam penetapan pemenang baik pelayan publik dan pialan adipura tersebut ada beberapa titik yang selalu dijadikan sample penilaian. Adipura di antaranya, bisa penilai kebersihan perkantoran, kebersihan pasar, kebersihan terminal, kebersihan tempat wisata, keindahan taman dan lainnya. Seandainya jika ada satu titik saja yang kotor dan tidak terawat, maka dipastikan akan gagal mendapatkan piala bergensi tersebut.

Sekarang Kota Payakumbuh ditangan bekas ‘Senator’ Sumbar di DPD-RI itu, Riza Falepi yang telah dua priode menjabat Walikota sudah sejajar dengan kota-kota lain yang ada di Indonesia, seperti Kota Bandung, Kota Surabaya, Kota Semarang dan lainnya. Sehingga sangat ideal seluruh komponen masyarakat Sumatera Barat memberikan ucapkan terima kasih.

Meraih penghargaan pelayanan publik dan Piala Adipura merupakan pekerjaan berat. Namun mempertahankan penghargaan pelayan publik dan Piala Adipura tersebut akan lebih berat lagi. Apalagi hanya satunya daerah yang mendapatkan piala tersebut di Sumatera Barat. Sehigga ada kekawatiran motivasi menjaganya akan lebih sulit karna tidak ada pengaruh dari lingkungan luar kota galamai ini.

Tapi komitmen Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi ini diyakini akan mampu mepertahankan penghargaan pelayanan publik piala adipura tersebut. Hal ini dapat dilihat dari komitmen tersebut telah tertuang dalam misi ketujuh RPJMD 2017-2022, mengoptimalkan pembangunan infrastruktur pelayan publik dan fasilitas umum sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Payakumbuh.

Pada dasarnya banyak lagi langkah-langkah kongrit yang telah dan akan dilakukan oleh Riza Falepi untuk menjaga Kota Payakumbuh tetap mempertahankan penghargaan pelayanan publik dan langkah mempertahankan kebersih dan tertata dengan indahnya, walaupun secara aplikasi dilapangan akan ada tantangan tersendiri.

Ucapan terima kasih kita berikan pada Walikota Payakumbuh, Riza Fahlepi, lulusan ITB ini yang telah selamatkan wajah ranah minang di pentas Nasional [*analisa]