“Sang Kapten” Semangat Kembangkan Sektor Pertanian, Bappenas RI Apresiasi Upaya Tersebut

oleh -361 views
oleh
361 views

Kab. Solok, – Kabupaten Solok sebagai salah satu daerah dengan potensi pertanian yang luar biasa di Sumatera Barat dan daerah penghasil bawang merah terbesar kedua di Indonesia, serta dikenal juga sebagai daerah penghasil beras.

Sehubungan dengan itu Bupati Solok, H. Epyardi Asda, M.Mar menyambangi Bappenas RI untuk membicarakan pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Solok.

Didampingi Kepala Bapelitbang Kab. Solok, beserta Sekretaris, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perikanan Pangan, Kepala DKUKMPP, dan Kepala Dinas Perhubungan, pada Kamis 28/3-2024, disambut langsung oleh Deputi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas RI, Dr. Vivi Yulaswati, MSc.

“Kami hadir di sini untuk memperjuangkan berbagai program dan kegiatan pembangunan di Kabupaten Solok, serta ingin membicarakan peluang pendanaan untuk sektor pertanian melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025, dan juga program Horticulture Development in Dryland Areas Project,” jelas Epyardi Asda yang biasa dipanggil Kapten itu.

Akan tetapi dalam mengembangkan sektor pertanian, sebut Epyardi Asda, Kabupaten Solok masih terkendala dengan terbatasnya kemampuan keuangan daerah, terutama untuk meningkatkan sarana dan prasarana penunjang pertanian.

“Semuanya itu kami masih mempunyai kendala, contohnya jalan usaha tani, alsintan, irigasi, ketersediaan bibit, maupun ketersediaan pupuk bersubsidi untuk petani, oleh karena itu kami sangat membutuhkan bantuan pendanaan dari Pemerintah Pusat melalui dana DAK maupun HDDAP,” ucapnya.

Sedangkan Deputi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas RI, Vivi Yulaswati menyambut baik dan sangat mengapresiasi kedatangan Bupati Solok beserta jajaran, dan dia (Vivi Yulaswati,red) juga mengapresiasi semangat Bupati Epyardi Asda untuk membangun pertanian di Kabupaten Solok.

Vivi Yulaswati berjanji akan membantu mewujudkan mimpi Bapak Bupati Solok untuk menjadikan Kabupaten Solok sebagai sentral logistik pertanian.

“Saya berjanji akan bantu Bapak Bupati Solok untuk wujudkan Kabupaten Solok sebagai sentra logistik pertanian tidak hanya untuk wilayah Sumatera Barat, tetapi juga untuk wilayah Sumatera, ini tentunya dalam bentuk bantuan pendanaan maupun program kerjasama di sektor pertanian,” sebut Vivi.

Seperti diketahui bahwa Kabupaten Solok telah memperoleh bantuan DAK terbesar di Sumatera Barat, ini tentunya tidak terlepas dari tangan dingin Bupati Epyardi Asda selaku Kepala Daerah, seperti pada tahun 2024, Kabupaten Solok memperoleh DAK Fisik Pertanian sebesar Rp10 miliar dan DAK irigasi sebesar Rp 6 miliar, untuk itu pada DAK 2025, Bappenas RI dapat menambah alokasi anggaran untuk Kabupaten Solok termasuk memilih Kabupaten Solok untuk mendapatkan program HDDAP. (romi)