Sejak Subuh Tadi, Sholat Berjemaah Punah Sudah di Padang

oleh -895 views
Tan Rajo nilai aneh kebijakan tidka sholat berjemaah di masjid sedangkan areal publik lain tetap terbuka, Jumat 27/3 (foto: dok)

Padang,—-Sah dan entah apakah ini, Sejak Jumat 27/3 hingga 14 hari kedepan kota bertagline religius dan madani pintu gerbang negeri Adat Basandi Syarak dan Basandi Kitabullah, Padang, dengan alasan untuk menekan merebaknya corona virus, sholat berjemaah ke masjid disetop.

Tokoh KAHMI Sumbar dan Alumni Candung Tan Rajo Khairul Anwar menyebut aneh terkait penanganan wabah Covid-19

“Salat berjemah termasuk Shalat Jumat di Masjid sejak hari ini sampai 14 hari kedepan ditiadakan karena khawatir dengan penyebaran virus. Anehnya ruang publik tetap dibuka,”ujar Tan Rajo, Jumat 27/6 di Padang.

Kantor layanan pemerintah, toko dan pusat perbelanjaan termasuk tempat keramaian lainnya, selalu dipadati pengunjung.

Tadi malam CEO Transmart Dony Oskaria dan Kabiro Humas Provinsi Jasman telah dihubungi oleh Tan Rajo mempertanyakan, kenapa tidak ada kebijakan pemerintah untuk menutup pusat layanan dan ruang publik.

”Saya tidak menolak masjid, surau disetop aktifitasnya tapi semua ruang publik tutup juga lah. Jangan, seolah-olah virus hanya menyebar di mesjid/ mushalla dan majelis ta’lim. Panik juga mereka menjelaskan,”ujar Tan Rajo.

Akhirnya, CEO transmart Dony Oskaria pastikan menutup Tansmart kecuali Trans Mall tetap buka untuk kepentingan kebutuhan publik dan tetap membatasi pengunjung mengikuti protokol kesehatan.

“Ambo (saya) menyimpulkan, pemerintahan di  Sumbar setengah-setengah dalam menangani wabah Covid-19 ini,”ujarnya.

Bahkan soal pasien postif di Bukittinggi, kata Tan Rajo jika ditrack pasien yang positif itu pedagang Aua Kuniang.

”Lai tabayang baa padekno pasa aua kuniang, apak tu bajalan kamari pai, karena disampiang manggaleh di aua, apaktu berdakwah jo kelompok Islam no (terbang tidak bagaimana padatnya Pasar Aua Kunianh. Dan si bapak pembawa virus seain berdagang juga berdakwah dengan komunitas Islamnya,-red),”ujar Tan Rajo.

Bapak itu kata Tan Rajo diduga ko mambawa virus dari Malaysia waktu tabligh akbar kelompok Islam di sana.

“Pulang bapak itu segar bugar, tapi dia carerr covid 19 yang terkena istrinya dan masik list pasien positif Corona Virus,”ujar Tan Rajo.

Tapi sudah berkatuntang berita soal pasien postif itu pasar aua kuniang kata Tan Rajo masih ramai juga oleh publik.

”Kini sholat berjemaah dan Jumat ditiadakan sampai 14 hari kedepan, ambo hanyo bisa manyabuik Nauzubillah, Nauzubillah dna Ampunilah Ya Allah,” ujar Tan Rajo.(koko)