Sikap Pemilih dalam Mencoblos Beda, Gerindra dan NasDem 2 Kursi DPR RI

oleh -842 views
oleh
842 views

Padang,— Hebat atau kerjanya ganas nih.. itulah tanggapan publik terkait beredar viral ke ranah publik, kalau Pemilu Legislatif DPR RI Dapil Sumbar I, Partai Gerindra berpotensi tiga kursi.

Dari pemetaan dilakukan banyak jurnalis politik Sumbar tiga kursi Gerindra bisa diraih jika kerja super keras dilakukan empat Caleg nya di Dapil Sumbar I.

“Empat Caleg Gerindra kelas nya sudah di super fighter pada Pemilu, Andre Rosiade tidak asing lagi Andre tidak menikmati efek ekor jas, tapi kelasnya sudah iconic elekctoral. Lalu Suir Syam, Vasco dan Edriana,”ujar jurnalis politik senior Almudazir pada diskusi ‘ota lapau’ terkait kemana 8 kursi DPR RI Dapil Sumbar I, Selasa 2/1-2024.

Menurut bocoran data didapat wartawan politik yang hadir pada diskusi di sebuah kedai di Padang, dua kursi DPR RI sudah disegel oleh Andre Rosiade, dan Suir Syam atau Edriana, kursi ketiga itu posisinya di kursi ke sembilan.

Sementara kursi lain di Dapil Sumbar 1 DPR RI sepertinya didapuk oleh Parpol yang sudah punya sejarah mendapatkan kursi DPR RI pada Pemilu sebelumnya.

Dua kursi menjadi milik Partai NasDem, dua potensi kursi Partai NasDem itu hasil yang mengejutkan sebenarnya, Pemilu 2019 Partai NasDem dapat satu kursi atas nama Lisda Hendrajoni.

“Potensi kursi kedua NasDem, bocorannya adalah kursi DPR RI kedelapan, muncul nama Bang Shadig Pasadique, bang Shadiq bersaing ketat dengan Fauzi Bahar dan Uni Delmeria, tapi perolehan suara diprediksi Bang Shadiq masih unggul,”ujar Ketua Jaringan Pemred Sumbar Adrian Tuswandi pada ota lapau tadi itu.

Ada empat kursi lagi yang bakal dibagi oleh Partai Golkar, PAN, PKS dan Demokrat.

“Bagi empat Parpol itu Caleg nya harus mengintai kerja super keras empat Caleg Partai Gerindra di atas, lengah, maka satu Parpol langganan DPR RI bisa zonk,”ujar Toaik biasa Adrian Tuswandi disapa banyak orang di Sumbar.

Menurut Adrian ada perubahan psikologis atau sikap pemilih di Sumbar umumnya dan Sumbar I khususnya terkait Pemilu.

“Nyaris tak mengenal efek ekor jas dan memilih tidak segaris dengan Capres maupun kepada Caleg satu partai. Maksudnya gini, pemilih untuk DPR RI coblos Caleg A Partai A, DPRD provinsi atau kota dan kabupaten coblos Caleg nya beda partai,”ujar Toaik lagi.

Tapi ini baru level ota lapau, diperkuat dengan analisa dan data seupil, bisa saja rentang Januari ke 14 Februari 2024 terjadi perubahan frontal dari sikap politik pemilih.

“Tidak ada yang tak mungkin di politik Pemilu ini,”ujar Almudazir. (***)