Sippp, Aksi Gebu Pala Sampai ke Ranah Sijunjung

oleh
H Ramal Saleh, selaku Ketua Kadin Sumbar dan inisiator Gerakan 1000 Hektar Pala, melakukan penanaman bibit di Sijunjung, Rabu 9/1 (foto: ayh)

Sijunjung,—Gerakan Penanaman Seribu Hektar Pala (Gebu Pala) bersama masyarakat, kini merambah ke Kabupaten Sijunjung.

Ketua Umum Kadin Sumbar H. Ramal Saleh (RS) yang menjadi inisiator Gebu Pala, membagikan bibit pala dan menanam langsung tanaman bernilai tinggi itu bersama tokoh-tokoh masyarakat di lima titik di wilayah Kabupaten Sijunjung, Selasa hingga Rabu 9/1 kemarin.

Di Bukit Gombak, Kecamatan Koto VII, ratusan masyarakat berebut bibit pala, masing-masing mendapat dua hingga tiga batang pala.

Mereka akan menanam di sekitar rumah. Sebagai percontohan dan simbolis, Ramal Saleh yang didampingi Dafar, Anggota Kontak Tani Andalan Kabupaten Sijunjung, langsung menanam beberapa batang bibit pala di depan mushalla yang disaksikan masyarakat.

Dalam penanaman perdana pala di Calau, Nagari Sumpur Kudus, masyarakat juga antusias. Di kampung Buya Syafii Maarif ini, masyarakat berkumpul menunggu kedatangan Ramal Saleh meski hari sudah berebut senja. Mereka sangat berharap dengan bibit pala dan berdialog mengenai perbaikan ekonomi masyarakat. Apalagi, karet yang merupakan mata pencaharian masyarakat harganya sedang merosot.

“Saya merasa sangat terharu berada di Sumpur Kudus ini, nagari yang telah melahirkan banyak intelektual. Mari kita gelorakan Gebu Pala untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ujar Ramal Saleh, yang juga tercatat sebagai Calon Anggota DPD RI pada Pemilu 17 April ini.

Ramal didampingi oleh tokoh masyarakat Sumpur Kudus, Rafdinal, yang juga saudara dari Buya Syafii Maarif. Menurut Ramal Saleh, tanaman pala sangat cocok dengan karakter masyarakat kita, di mana pala relatif tidak memerlukan perawatan khusus.

Hanya beberapa kali pemupukan. Pala bisa berbuah sepanjang tahun dan harga pasarnya stabil serta bernilai tinggi.

“Saya mendorong nagari memiliki lahan percontohan tanaman pala, karena itu saya sediakan bibit untuk nagari-nagari yang cocok ditanami pala,” kata Ramal Saleh.

Dalam analisa ekonomi sederhananya, kata Ramal Saleh jika satu keluarga menanam 25 batang pohon pala di sekitar rumahnya, akan menghasilkan 75 kilogram buah pala setiap bulan. Karena rata-rata satu pohon menghasilkan 3-5 kilogram setiap bulan.

“Dengan harga normal Rp40 ribu per kilogram pala maka satu keluarga dengan 25 batang pala akan mendapat tambahan penghasilan rata-rata Rp3 juta setiap bulannya,”ujar Ramal.

Lima titik penaman Gebu Pala di Kabupaten Sijunjung adalah di Bukit Gombak, Bukit Bual, Bukit Gadang, Tanjung Ampalu dan Nagari Sumpur Kudus. Nantinya Gebu Pala ini akan diteruskan, ditargetkan setidaknya dilakukan di 20 nagari.

“Saya ingin segerakan Gebu Pala ini di daerah yang cocok dengan tanaman pala, seperti Sijunjung, Padang Pariaman, Pessel, Agam dan Pasaman. Gebu Pala ini aksi nyata, bukan janji,” ujar Ramal Saleh, di daftar calon Calon berada di nomor 39 ini. (gk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *