SITUJUAH Bangkit Batuah di Pemilu 2024, 2 Periode Puasa, Kini Situjuah Antarkan 3 Anak Nagari ke DPRD

oleh -844 views
oleh
844 views
Ini mereka 3 anak Situjuah jadi wakil rakyat hasil Pemilu 2024, berdasarkan data C1, Jumat 1/3-2024. (cho)

Limapuluh Kota,—- Kampung di bawah gunung Sago itu termasuk Legend punya, sejarah soal mempertahankan kemerdekaan.

Orang Situjuah DNA nya politisi ulung, tapi karena syahwat kekuasaan, dua periode 2009-2019 tidak satu pun anak nagari kampung di lereng gunung itu jadi wakil rakyat.

Belajar arti penting wakil rakyat, jelang Pemilu 2024, Situjuah mengikrarkan Bangkit dan Solid untuk anak nagari.

Benny Okva Della (NasDem), Fajar (Golkar) dan Ubetra  (Gerindra) tiga Caleg beda Partai, seperti menjadi kesepakatan Rang Situjuah, hasilnya Waooo.. ketiganya lolos dan menjadi peraih suara terbanyak di masing Parpol nya.

Tinggal menunggu legitimasi KPU, karena ketiga putra Situjuah itu sudah memiliki data outentik C1 Pemilu 2024.

“Terima kasih, kami bertiga sangat terharu solidnya suara Situjuah untuk putra daerahnya,”ujar Benni Okva Della wakil rakyat dari Partai NasDem, Jumat 1/3-2024.

Benni mengatakan selama 10 tahun Situjuah bak katak dalam tempurung terhadap lagi lagah pembangunan di Limapuluh Kota maupun Sumatra Barat.

“10 tahun Situjuah puasa anggota DPRD, tapi 2024 ini kami berbuka besar dengan berhasilnya 3 putra Situjuah jadi Anggota DPRD Sumbar berdasarkan penghitungan suara. Fajar (Golkar), Ubetra (Gerindra),”ujar Benni termasuk yang menggagas gerakan situjuahisme jelang Pemilu 2024.

Benni yang wartawan spesialis berita menggegerkan mampu menyuarakan Situjuah Bangkit, kekuatan narasi Benni dan Fajar mampu membuhul suara Situjuah selama 2 periode berderai, kini jadi satu muara yaitu, Situjuah untuk Caleg Situah, luar biasaaa….

Tidak banyak daerah seperti Situjuah di Sumbar ini, dan ini mesti menjalar ke seluruh daerah bahwa bagaimana teraniaya daerah kalau tidak punya wakil rakyat anak daerah sendiri,”ujar Ketua Jaringan Pemred Sumbar Adrian Tuswandi, Jumat siang di sebuah diskusi Ota Lapau di Padang. (cho)