SJ182 Jatuh ke Laut, Keluarga Besar Polres Pessel Sampaikan Duka Cita

oleh -243 views
Kapolres Pessel Sri Wibowo sampaikan duka atas musibah SJ182, Minggu 10/1 di Painan. (foto: dok/ri)

 Co Pilot Fadly Anak yang Penurut

Painan,—Kapolres Pesisir Selatan AKBP. Sri Wibowo, S.I.K, atas nama pribadi, keluarga dan istitusi Resort Pesisir Selatan mengucapkan belasungkawa mendalam pada keluarga korban musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu 9/1 kemarin.

Dikatakan Sri Wibowo, seperti diketahui bersama bahwa salah satu kru Sriwijaya Air bertugas sebagai ekstra kopilot Fadly Satrianto berasal dari Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan.

“Atas nama keluarga besar Polres Pessel turut berduka cita, semoga sanak saudara diberikan kekuatan,” ungkap Sri Wibowo, pada media.

Lebih lanjut Kapolres Pessel mengajak masayarakat Pesisir Selatan bersama-sama mendokan semoga korban Copilot Fadly Satrianto bisa ditemukan dan bersama kita berharap ada keajaiban dari Allah SWT atas kejadian tersebut.

Ditemui di kediamanya, Minggu (10/1) di Kampung Koto Tuo, Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Andi Marta paman korban sangat kaget dan tidak percaya saat mendapatkan informasi Fadly Satrianto menjadi korban dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. Karena, tidak ada tanda apa-apa sebelum ponakan nya itu berangkat bertugas.

“Saya cukup dekat dengan orang tua Fadly Satrianto, Sumarzen Marzuki, sering orang tua nya datang kesini,” ujar Andi Marta.

Dikatakanya, sejak dibangku Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA, Kuliah, Fadly dikenal selalu berprestasi di sekolahnya. Selain itu, Fadly cukup dekat dengan keluarga, saudara, tetangga dan teman – teman sepermainya.

Setiap kali berangkat bertugas korban selalu berpamitan dengan orang tuanya. Bahkan hingga langkah tersebut dilanjutkan ke sekolah penerbangan di Bangka Balitung.

Fadly Satrianto anak bungsu dari tiga bersaudara, sudah sejak kecil tinggal di Surabaya bersama orang tuaya. Seharusnya dalam waktu dekat ini Fadly akan melancarkan pesta pernikahan, namun karena kondisi Covid -19 pesta pernikahan diundur. “Fadly itu anaknya cukup penurut dengan kedua orang tuanya,”ujar Andi.

Mendapat informasi Sriwijaya Air jatuh ke laut Andi Marta langsung menghubungi orang tua Fadly, Sumarzen Marzuki.

“Saya cukup dekat dengan orang tuanya, saat ini beliu adalah ketua Gebuh Minang di Jawa Timur,”katanya tak kuasa menahan air matanya jatuh.

Orang tua perempuan (mama) dari Fadly yang paling shok saat mendengar kejadian itu, sementara orang tua laki – laki Sumarzen Marzuky masih cukup kuat. “Tadi malam saya berkomunikask dengan ayahnya Fadly,” ujar Andi.

Sambil berkumpul dengan keluarga di rumah, Andi terus mendengarkan perkembangan pencarian pesawat Sriwijaya Air melalui media televisi, Andi berharap keajaiban Fadly bisa ditemukan dengan selamat, namun jika tidak selamat jasat Fadly bisa ditemukan dengan keadaan utuh.

“Secara pribadi serta keluarga besar Datuk Bandaro Kayo mohon doa dari seluruh masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan agar pencarian pesawat Sriwijaya Air, serta para penumpang juga Pilot, ekstra kapilot dan pramugari segera diketemukan,” ujarnya.(ri)