Soal Boleh Mobnas Lebaran, Plt Biro Adpim Jelaskan Duduk Pesoalan

oleh -199 views
oleh
199 views
Ini momentum integrasi pers dengan Gubernur Mahyeldi yang paling bagus door stop, tapi Adpim harus antisipasi supaya tidak terjadi unchemistry. (fb@marwan)

Padang, — Tak ada. kusuik tak salasai di ranah Sumbar ini, Bulek kayu dek mupakaik, bulek aia di pambuluhan, begitulah orang Sumbar selesaikan sengkarut persoalan.

Empat hari terakhir ini jagat sosial dijajali tudingan soal mobil dinas (Mobnas) atau kendaraan pelat merah Pemprov Sumbar boleh mengaspal selama lebaran Idul.Fitri 1443 H.

Blowup media dengan judul Gubernur Sumbar Bolehkan ASN Pakai Mobnas Selama Liburan lebaran 1444 H. Virallll kencang…

Tapi belum 24 jam, Gubernur saat door stop dengan wartawan sebut pers salah mengambil benang merahnya Gubernur Sebut Berita Media Hoaks.

Akhirnya apa media pers, tokoh pers dan organisais pers bergantian menyayangkan pernyataan Gubernur sebut media hoaks..

Sebemlnarnya apa dan bagaimana, Plt Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar Marwansyah pun menjelaskan duduk soal. Mobnas dan Hokas itu.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kepada Yth. Bapak/Ibu Rekan-rekan Wartawan, Para Pimpinan Organisasi dan Lembaga Pers serta Seluruh Keluarga Besar Pers Indonesia.

Dengan hormat.

Saya Marwansyah, Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Propinsi Sumatera Barat atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, atas adanya pernyataan spontan dari pimpinan kami yang menyampaikan bahwa pemberitaan diberbagai media terkait izin pemakaian kendaraan dinas bagi ASN Pemprov Sumbar selama masa libur lebaran 1444 H / 2023 M adalah Hoax.

Marwansyah dalam penjelasannya ungkap dengan detil kejadian Mobnas dan hoaks.

1. Penjelasan terkait izin pemakaian kendaraan dinas selama masa libur lebaran bagi para ASN, pada rilis resmi pihak kami (Pemprov. Sumbar) kami akui kurang rinci dan detail, sehingga potensi bias ketika memaknainya menjadi tinggi.

2. Terus sangat dimungkinkan adan perbedaan sudut pandang antara apa yang dimaksud pimpinan kami dalam penjelasannya saat diwawancarai dengan apa yang tertangkap oleh rekan-rekan wartawan sebagai poin hasil wawancara.

3. Kesalah pahaman, itulah akhirnya memicu keluarnya kalimat hoaks dalam respon spontan pimpinan kami kala dimintai klarifikasinya atas pendapatnnya yang mengizinkan pemakaian kendaraan dinas bagi ASN selama masa libur lebaran.

“Atas semua kesalahpahaman tersebut, kami atas nama Pemprov. Sumbar secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada bapak/ibu rekan-rekan wartawan, pimpinan organisasi dan lembaga pers serta seluruh keluarga besar pers indonesia. Selanjutnya kami berharap hubungan harmonis kita yang selama ini telah terjalin dapat terus berjalan dan makin terjaga kedepannya. InshaAllah, kejadian serupa, kita upayakan tidak akan terjadi lagi dikemudian hari,”ujar Marwansyah, Sabtu 15/4-2023.

Tiada Ada Kata Seindah Kata Maaf

Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS) Adrian Tuswandi membaca pejelasan detil duduk perkara sengkarut Mobnas dan hoaks, spontan mengatakan tiada kata seindah kata maaf.

“Soal Mobnas boleh, lalu dibantah lagi dengan hoaks yang menyudutkan seluruh pers di ranah ini, sudah berkembang kemana-mana. Tapi untung ada Plt Kepala. Biro Adpim ‘pasang badan’, dibuka dengan maaf, jelaskan duduk persoalan dan ditutup maaf lagi serta berjanji tidak terulang lagi. Plt Marwansyah ini bagak dan berani tidak banyak staf mau seperti Pak Plt Marwansyah. Justru yang banyak itu staf cuci tangan, Plt Marwansyah tahan hangat dingin setelah pernyataannya ini berhamburan di berbagai media sosial group,”ujar Adrian Tuswandi.

Toaik biasa Adrian disapa banyak kalangan, memastikan maaf adalah kata terindah.

“Saat tensi naik karena hoaks itu, segera maafkan, Insya Allah gula darah turun, tapi jangan jadi latah, besok veri lain dirilis. lagi. Ingat iklim pers di Sumbar itu sangat bersahabat dengan kebaikan, walau kebaikan narasumber itu baru sebatas cashing,” ujar Toaik.

Habis soal Mobnas, hoaks dan Tak ada kata seindah maaf, Toaik ingatkan siapa pun yang mengelola komunikasi publik gubernur dan wakil gubernur Sumbar, yuk cerdaslah sedikit.

“Jangan biasakan rilis sebagai upaya mencitrakan kinerja pimpinan, tapi mainkan metode door stop dan  pers ccnference. Door stop pak Plt Adpim Marwamsyah harus dibekali tape recorder atau video recorder, Ini antisipasi tidak chemistry nya antara penjelasan Gubernur dengan wartawan.  Manfaatkan pers conference karena suasana hidup dan ada integrasi karena sesi tanya jawan antara pengambil kebijakan atau Juru Bicara dengan pers,”ujar Adrian. (rko)